Pilgub Sulsel
Panwaslu Sulsel: Siapa Bilang Pelanggaran Pilgub Sedikit?
pusing membaca pemberitaan media beberapa hari terakhir yang melansir, pelanggaran Pilgub Sulsel sedikit.
Tayang:
Editor:
Ina Maharani
MAKASSAR,TRIBUN-Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel
Suprianto mengaku pusing membaca pemberitaan media beberapa hari
terakhir yang melansir, pelanggaran Pilgub Sulsel sedikit.
"Saya juga pusing ini, siapa yang berkomentar bahwa pelanggaran Pilgub ini sedikit, ratusan jenis pelanggaran Pilgub (2013) ini bro.. (brother), Ketua KPU Jayadi Nas saja kita sudah periksa," kata Suprianto kepada Tribun via telepon selularnya, Sabtu (26/1/2013).
Menurut Suprianto, sebanyak 151 jenis pelanggaran Pilgub yang ditemukan Panwaslu Sulsel pada tahapan Pilgub Sulsel ini. Sementara di Panwas Kabupaten Kota, lanjut Suprianto, juga ditemukan ratusan jenis pelanggaran.
"Sekarang masih berlangsung pengumpulan semua pelanggaran Pilgub ini, mulai dari pelanggaran pidana sampai pelanggaran Pemilu. Intinya ratusan pelanggaran baik di Panwas Provinsi maupun di Panwas Kabupaten Kota ditambah pelanggaran-pelanggaran anggota KPU," Suprianto menambahkan.
Pelanggaran temuan Panwas, lanjut Suprianto, marak terjadi di daerah Gowa, Toraja, Luwu Timur dan Wajo. Hanya saja, Suprianto belum bersedia mengungkap jenis pelanggaran di daerah-daerah tersebut.
"Jadi bagi yang menemukan pelanggaran Pilgub, kiranya segera melaporkan ke Panwas, karena panwas itu cuma sedikit. Mungkin saja ada pelanggaran ditemukan namun anggota Panwas tidak sedang di lokasi itu," ujar Suprianto.
Dua hari lalu, Ketua Bawaslu Muhammad Al Hamid, dan Anggota Panwas Sulsel Anwar Ilyas, menyampaikan, pelanggaran di Pilgub Sulsel ini hanya sedikit.
Komentar Muhammad Al Hamid khususnya yang juga Dosen Politik Unhas ini sempat memicu reaksi sejumlah kalangan, termasuk rekan se almamaternya, Prof Aswanto.
Prof Aswanto yang juga Dekan Fakultas Hukum Unhas ini mengakui, penyelenggaraan Pilgub Sulsel cacat mendasar.
"Faktanya, begitu banyak pelanggaran di lapangan, kasus money politics saja ada yang ditangkap. Bagaimana bisa dikatakan nihil. Bisa jadi yang nihil adalah yang ditangani, tetapi kejadian di lapangan begitu banyak,” kata Prof Aswanto, kemarin.
"Saya juga pusing ini, siapa yang berkomentar bahwa pelanggaran Pilgub ini sedikit, ratusan jenis pelanggaran Pilgub (2013) ini bro.. (brother), Ketua KPU Jayadi Nas saja kita sudah periksa," kata Suprianto kepada Tribun via telepon selularnya, Sabtu (26/1/2013).
Menurut Suprianto, sebanyak 151 jenis pelanggaran Pilgub yang ditemukan Panwaslu Sulsel pada tahapan Pilgub Sulsel ini. Sementara di Panwas Kabupaten Kota, lanjut Suprianto, juga ditemukan ratusan jenis pelanggaran.
"Sekarang masih berlangsung pengumpulan semua pelanggaran Pilgub ini, mulai dari pelanggaran pidana sampai pelanggaran Pemilu. Intinya ratusan pelanggaran baik di Panwas Provinsi maupun di Panwas Kabupaten Kota ditambah pelanggaran-pelanggaran anggota KPU," Suprianto menambahkan.
Pelanggaran temuan Panwas, lanjut Suprianto, marak terjadi di daerah Gowa, Toraja, Luwu Timur dan Wajo. Hanya saja, Suprianto belum bersedia mengungkap jenis pelanggaran di daerah-daerah tersebut.
"Jadi bagi yang menemukan pelanggaran Pilgub, kiranya segera melaporkan ke Panwas, karena panwas itu cuma sedikit. Mungkin saja ada pelanggaran ditemukan namun anggota Panwas tidak sedang di lokasi itu," ujar Suprianto.
Dua hari lalu, Ketua Bawaslu Muhammad Al Hamid, dan Anggota Panwas Sulsel Anwar Ilyas, menyampaikan, pelanggaran di Pilgub Sulsel ini hanya sedikit.
Komentar Muhammad Al Hamid khususnya yang juga Dosen Politik Unhas ini sempat memicu reaksi sejumlah kalangan, termasuk rekan se almamaternya, Prof Aswanto.
Prof Aswanto yang juga Dekan Fakultas Hukum Unhas ini mengakui, penyelenggaraan Pilgub Sulsel cacat mendasar.
"Faktanya, begitu banyak pelanggaran di lapangan, kasus money politics saja ada yang ditangkap. Bagaimana bisa dikatakan nihil. Bisa jadi yang nihil adalah yang ditangani, tetapi kejadian di lapangan begitu banyak,” kata Prof Aswanto, kemarin.