Kisah Inspiratif
Anging Mammiri dalam 3 Bahasa
DARI Makassar, Asis, Makassar, Kalimantan, lalu ke Jakarta. Inilah resume karier penyanyi asal Makassar, Dian Ekawati, yang di penghujung tahun 2012,
Penulis: Hajrah | Editor: Edi Sumardi
Dia menunggu 11 tahun, dan sempat "berkhalwat dan berkarier" di Kalimantan, sebelum lompatan pertama Dian setelah mengawali karier bermusik selama 26 tahun di industri musik daerah, sebagai awal diluncurkan single pertama lagu hasil daur ulang yang dipopulerkan Oddie Agam berjudul Tanda-Tandanya.
Di lagu ini Dian menggandeng rapper asal Maluku, J-flow yang tidak diragukan kemampuannya di belantika musik. Membuat lagu ini menjadi sesuatu yang berbeda karena musiknya yang lebih ceria, dimana aransemen lagunya mengajak para pendengar untuk menikmati irama dance yang sangat bersemangat
.
"Lagu tanda-tandanya ini saya bawakan karena penggemar dari Oddie Agam, dan pada saat menjadi juara di tingkat Asia saya membawakan lagu Antara Anyer dan Jakarta. Dan ini salah satu lagu yang cukup dikenal," jelas Dian, saat menghabiskan long weekend-nya di tanah kelahirannya.
Album nasional ini, katanya, sekaligus jadi jawaban atas eksistensi, peraih predikaat sebagai The Best Singer Female Pioneer Karaoke, Asian Championship dan akan meramaikan Industri Musik Indonesia tahun 1991, di Brunei. Kala itu dia masih belia, 19 tahun.
"Di album ini, akan berisi delapan lagu beraliran pop, dengan tema cinta. Single pertama hari ini dilaunching di Makassar sebagai bentuk apresiasi di kota kelahiran saya. Dan akan kembali dilaunching di Jakarta dalam waktu dekat ini," bebernya.
Dian masih merahasiakan jadwal launching-nya. "Kalau single kedua dirilis Maret 2013," katanya.
Selengkapnya silakan baca koran Tribun Timur edisi, Rabu (26/12/2012). (*)