Jurnalis Tribun Berduka
Suamiku Penyabar, Kak Adin Tak Pernah Marah
Isak tangis terdengar merasuk seakan menghempas ruangan tersebut, Adin pergi.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Thamzil Thahir
Sontak, keluarga duka, belasan wartawan dari berbagai perusahaan media Se Kota Makassar, rekan-rekan Tribun sendiri, dan belasan rekan lainnya yang datang membesuk, menitikkan air mata mengiring kepergian Adin (sapaan Syekhuddin).
Isak tangis terdengar merasuk seakan menghempas ruangan tersebut, Adin pergi.
Nyawa alumnus Pondok Pesantren Gontor ini tak terselamatkan lagi setelah beberapa jam sebelumnya kecelakaan lalulintas di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (26/11/2012) sekitar pukul 11.00 wita. Saksi mata, Adin tergilas dan terseret ban mobil truck 10 roda hingga kurang lebih 100 meter.
Suami Asmuh ini tertelan "roda maut" raksasa itu saat mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju pertigaan Alauddin-Jl AP Pettarani.
Akibat "terkaman" truck raksasa itu, tulang daging kaki, betis, dan paha
kanan Adin remuk berlumuran darah. Bahkan, tulang pinggang alumnus UIN
Alauddin Makassar ini pun pecah retak.
Kondisi jasad almarhum ini membuat sejumlah dokter ahli RS Wahidin
kewalahan menangani. Pendarahan di sekujur tubuh bagian bawah Adin tak
terbendung. Tempat pembaringannya pun terlihat buncah darah.
Berkantong-kantong darah dipasok dokter, namun mengalir bocor begitu
saja. Dokter mengalah, saudara kami Adin pun harus meregang nyawa.
Adin pergi kami berduka, "suamiku penyabar, dia tidak pernah marah dalam
keluarga selama dua tahun bersama," ungkap Ismawati dengan berlinang
air mata.
"Saudaraku Adin, doa kami untukmu, kami mencintaimu Din, kepergianmu
adalah dukaku, meski berkata ikhlas namun rasaku tidak pernah tega
menyaksikan kepergianmu," kata seorang wartawan Tribun.
Sebelumnya, beberapa menit setelah kecelakaan, polisi dibantu warga
setempat membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit
Bhayangkara di Jl A Mappaouddang, Makassar.
Setelah mendapat penanganan tim medis RS Bhayangkara, almarhum dirujuk
ke RSUP dr Wahidin Sudirohusodo di Jl Perintis Kemerdekaan Km 10,
Makassar.