Jurnalis Tribun Berduka
Jurnalis Wawancara Kemacetan sebelum Tergilas Truk
Sekitar, 12 jam sebelum kecelakaaan, malam harinya, almarhum Adin masih sempat menunaikan tugas jurnalistiknya
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN - Kecelakaan berujung kematian bagi jurnalis Tribun Timur Adin Syekhuddin, Senin (25/11), membangkitkan banyak kenangan dari keluarga, kolega, sejawat, sahabat, dan narasumber.
Dia terlindas ban belakang "truk 10 roda", heavy truck, DD 9647 OL, hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kampus UIN Alauddin, almamaternya, setamat di Ponpes Gontor, tahun 2002.
Adin mengendarai motor bebek, Yamaha Vega nomor polisi DD 6391 OJ. Sedangkan truk penabrak paha dan panggul Adin, tengah mengangkut tanah timbunan dari Gowa menuju kawasan pantai di Tanjung Bunga.
Sekitar, 12 jam sebelum kecelakaaan, malam harinya, Adin masih sempat menunaikan tugas jurnalistiknya dengan meminta tanggapan Ketua KPU Sulse M Jayadi Nas, soal solusi kemacetan di kota.
Berikut berita Adin, yang sebagian dimuat di edisi cetak, Senin (25/11) yang dikirim ke email newsroom;.
"Angkutan Massal Yang Aman Solusi Macet Makassar"
Makassar, Tribun - Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengatakan kemacetan di Kota Makassar penyebab utamanya karena pertumbuhan kendaraan di Makassar tidak sesuai dengan pertumbuhan volume jalan yang ada.
Selain itu, minimnya kesadaraan pengendara dan pengguna jalan lainnya turut memperparah kondisi ini. Tidak mengherankan, macet di Makassar pun "mengular.
Jayadi mengatakan salah satu solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi kemacetan agar tidak semakin parah ini adalah dengan memperlebar volume jalan baik jalan utama maupun jalan-jalan alternatifnya.
Selain itu, kehadiran sarana transportasi massal yang aman dan nyaman juga diyakininya dapat mengurangi beban jumlah kendaraan di jalan. "Tapi yang paling penting itu kedisiplinan pengendara dan kesadaran pengguna jalan. Selebar apapun jalan dibuat, bos, kalau pengendara dan pengguna jalan lainnya tidak disiplin tetap saja akan menyebabkan kemacetan," kata Jayadi, Minggu (25/11).(din)