10 Jurus Menaklukkan Hati Calon Mertua
9. Melibatkan mereka dalam percakapan
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA -- Niat meminang pujaan hati tersandung restu dari calon mertua? Jangan langsung memvonis calon mertua jahat, jual mahal atau galak.
Siapa tahu, perilaku kita saat berkunjung ke rumah calon mertua kurang simpatik. Karena itu, pelajarilah tutur kata, bahasa tubuh dan apa yang sebaiknya dilakukan tiap mengunjungi rumah calon istri, rumah calon mertua.
Berikut ini 10 hal yang perlu dipahami dan diterapkan mereka yang ingin meluluhkan hati mertua dan mengantongi restu.
1. Membawa buah tangan
Ini
adalah etiket dasar berkunjung. Meski si dia dengan jelas mengatakan
bahwa orangtuanya tidak mengharapkan apa-apa dari Anda. Hal yang
terbaik adalah jangan muncul dengan tangan kosong. Jika Anda datang
hanya untuk undangan makan siang di Mhari Minggu, pertimbangkan untuk
membawa hidangan penutup seperti rainbow cake, red velvet atau buah.
Sebaliknya jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu lebih lama dari makan bersama, bawakan sesuatu yang disukai orang tua pacar, buku, tanaman hias, satu kotak cokelat, kue kering kegemaran ibu atau ayahnya. Intinya hal yang mereka sukai atau menarik hati mereka.
2. Berpakaian sopan
Karen
Sherman, PhD, Psikolog sekaligus seorang pakar realtionship
menyarankan, agar Anda bermain aman dengan mengenakan pakaian klasik
atau pilih sesuatu yang konservatif. Pilihan ini bijak, apalagi jika
Anda tidak mengetahui pasti gaya hidup keluarga sang pacar. Jangan
memakai pakaian terlalu ketat atau terbuka serta tak perlu berdandan
berlebihan dengan mengenakan perhiasan besar-besar, make-up tebal. Blus
panjang dan legging bisa jadi pertimbangan.
3. Puji selera ibunya
Temukan
sesuatu yang Anda suka entah itu warna cat tembok rumahnya, dekorasi
ruang tamu, makanan yang dimasak ibunya. Karen Sherman sang psikolog
berpendapat hal ini akan menyiratkan Anda menghargai semua pekerjaan
yang ibunya lakukan.
4. "Bonding" dengan saudaranya
Tanyakan
adiknya tentang kelas balet, atau kakaknya tentang tim olahraga
favoritnya. "Semua orang ingin merasa diperhatikan," kata Karen Sherman.
Dan tidak ada salahnya untuk mendapatkan acungan jempol dari keluarga
terdekat.
5. Puji kebaikan putra mereka
Orang
tua ingin mengetahui bahwa Anda memuja dan menyayangi anaknya sama
seperti mereka. Puji cara ia memperlakukan Anda dengan sangat sopan.
Katakan si dia adalah orang yang dikagumi rekan kerjanya atau
teman-temannya sering meminta nasihat si dia. Beritahukan hal-hal baik
tentang putra mereka. Hal ini tak akan sulit sebab Anda membicarakan
orang yang Anda cintai.
6. Jangan terlalu mesra
Tentu
saja sang camer akan bahagia melihat Anda benar-benar menyukai anaknya,
tetapi mereka tidak suka melihat kalian saling berdempetan sepanjang
hari, saling menyentuh atau meraba-raba satu sama lain (punggung, tangan
pipi).
Lupakan gestur mesra yang sering kalian perlihatkan di muka publik seperti berpelukan, merangkul, bersandar dibahunya apalagi menciumnya. Tahan semua keinginan tersebut hingga kalian keluar dari rumah.
7. Ringan tangan
Jadilah tamu yang baik
dengan menawarkan diri membantu mencuci piring atau merapikan meja
setelah makan. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka
bahkan lebih baik lagi, hal ini menunjukan bahwa Anda bersedia dan siap
membaur dalam dinamika keluarga.
8. Ikuti aturan main keluarganya
Apakah
keluarga mereka bangun pagi? Apakah orang tuanya tipe yang
menjadwalkan kegiatan setiap hari? Makan siang tepat pukul 12:00? Cari
tahu kebiasaan mereka dan jangan mencoba untuk mengubah rutinitas
mereka. Sekali lagi, ini menunjukkan keluarganya (terutama ibunya) bahwa
Anda ingin berbaur, bukan mengambil alih.
9. Melibatkan mereka dalam percakapan
Jangan
takut untuk berbagi info tentang Anda seperti pekerjaan, sekolah, atau
hobi. Tapi Anda harus menanyakan tentang diri sang camer. Hobi mereka,
kesibukan mereka dan sebagainya. " Percakapan seperti Ini menunjukan
Anda menghormati keluarga mereka dan ingin mengenal mereka."ujar Karen
Sherman.
10. Ucapkan terima kasih
Jangan lupa
menyampaikan terima kasih Anda langsung saat pamit. Bukan hanya
kata-kata terima kasih titik, tapi sesuatu yang lebih jujur tentang
kunjungan Anda contoh, "Terima kasih makan siangnya, rendangnya enak
sekali." Atau "Terima kasih, senang sekali mengobrol sama tante. Tante
ternyata lucu dan suka becanda." (Shine/Hesti Pratiwi)