Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Serba Serbi Ramadan

Sayang Buka Puasa Bersama KKSS di Jakarta

Selain, adat dan budaya Sulsel telah mengajarkan banyak hal. Karena itu, sesama orang Sulsel harus selalu harus bertemu dimana saja.

Tayang:
Editor: Ina Maharani
Makassar, Tribun-timur.com -- Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) mengikuti acara buka puasa bersama ratusan warga Sulsel yang tergabung dalam paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Anjungan Sulawesi Selatan Taman Mini Indonesia, Jakarta, Rabu (25/7).

Dihadapan warga Sulsel yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya, pasangan incumbent calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilgub Sulsel 2013 ini meminta petunjuk dan agar tidak segan-segan menegurnya jika ada sesuatu yang melenceng.

"Berikan saya petunjuk, tegur saya kalau ada yang harus diluruskan. Di Sulsel kami jamin, kami tidak melakukan korupsi. Dua tahun berturut-turut kami meraih predikat WTP Clean and Clear dari Badan Pemeriksa Keuangan," kata Syahrul.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Provinsi Andi Muallim dan sejumlah kepala dinas di lingkup Pemprov Sulsel, anggota DPR RI asal Sulsel, Ketua Umum KKSS Andi Rivai Ahmad, Kepala BNN Gories Mere, Mantan Gubernur Sulsel Prof Ahmad Amiruddin, Politisi DPP Golkar Nurdin Halid, Prof Qurrais Syihab, dan Tanri Abeng.

Syahrul mengatakan, nama besar Sulsel harus terus diutamakan dimanapun kita berada. Apalagi, orang Sulsel memiliki segala kebaikan dan kemampuan.

"Pendekatan filosofis, pendekatan sosiologis, dan pendekatan hukum yang selalu kita pegang menjadi kekuatan yang luar biasa dimanapun kita berada. Itulah yang membuat orang Sulsel selalu dibutuhkan," kata mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Pendekatan filosofis, kata Syahrul, mampu menyesuaikan diri dimanapun berada. Sedangkan, pendekatan sosiologis membuat orang Sulsel selalu memegang prinsip saling menghargai, Sipakalebbi, Sipammaling-malingi, sipatuo, sipatokkong.

"Pendekatan hukum yang kuat, membuat orang Sulsel itu berani, menjunjung kebenaran," tegasnya.

Selain, adat dan budaya Sulsel telah mengajarkan banyak hal. Karena itu, sesama orang Sulsel harus selalu harus bertemu dimana saja.

"Saya ingin menyampaikan, ada lima hal yang menjadi sebuah ukuran daerah maju, dan itu yang kami prioritaskan di Sulsel," ungkapnya.

Kelima prioritas tersebut, antara lain, kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan tidak ada rakyat yang kelaparan. Kebutuhan rakyat akan pendidikan dan kesehatan terpenuhi, ekonomi rakyat terus tumbuh, serta keamanan dan ketentraman rakyat terjaga dengan baik.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved