Sukhoi Superjet Jatuh
Diduga Pilot Terlalu Percaya Diri
"Mungkin saja pilot ini overconfidence. Tidak mengetahui medan. Seharusnya sudah dibriefing dahulu sebelum terbang," tutur Samudra
"Ada tiga hal yang dapat sebabkan pesawat mengalami kecelakaan," ujar Samudra dalam dialog Polemik bertajuk 'Tragedi Penerbangan Lagi' yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2012).
Samudra menjelaskan, hal pertama yaitu dari pesawat itu sendiri mengenai maintenance atau perawatan dan spesifikasi pesawatnya.
"Kalau lihat dari pesawat sudah baik. Spesifikasi bagus. Memiliki Ground Proximity Warning System," kata Samudra.
Kedua, lanjut Samudra, infrastruktur dari Bandara juga perlu diperhatikan baik meliputi radar, sampai adanya software yang valid mengenai pemaparan terrain atau kontur di suatu benua yang dilintasi.
"Seharusnya software sekarang sudah canggih menggambarkan seluruh terrain di Dunia," kata Samudra.
Ketiga adalah skill atau kemampuan pilot dalam mengemudikan pesawat. Menurut Samudra, selain dibekali oleh ATC atau otoritas bandara dalam memantau pesawat, pilot juga harus memiliki kemampuan visual yang baik untuk mengukur jarak pandang.
Alexander Yablonstsev, adalah pilot asal Rusia yang membawa sukhoi tersebut hingga menabrak gunung Salak
"Mungkin saja pilot ini overconfidence. Tidak mengetahui medan. Seharusnya sudah dibriefing dahulu sebelum terbang," tutur Samudra.(*)