Pungli

Ribuan Perawat Sulsel Ditengarai Jadi Korban Pungli Dinkes

Ribuan Perawat Sulsel Ditengarai Jadi Korban Pungli Dinkes

Editor: Muh. Irham
Ribuan Perawat Sulsel Ditengarai Jadi Korban Pungli Dinkes
ilustrasi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan terus menelusuri dugaan terjadinya pungutan liar bagi ribuan perawat yang tersebar di 24 kabupaten di Sulsel. Dinkes ditengarai telah menarik Rp 150 ribu per perawat agar izin perawat bisa diterbitkan.

Untuk menelisik kemungkinan tersebut, Kejati Sulsel telah mengirimkan tim ke lapangan untuk mengecek kebenaran isu tersebut. Tim diterjunkan ke lokasi dimana para perawat tersebut bertugas.

"Tim sudah kami turunkan ke lapangan untuk mengecek kebenaran pungli tersebut yang diduga dilakukan salah seorang pegawai di Dinas Kesehatan Sulsel berinisial A berdasarkan perintah atasannya," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel Chaerul Amir, di Kantor Kejati Sulselbar, Kamis (1/3/2012).

Praktik haram ini diperkirakan telah berlangsung sejak tahun 2009 lalu, dan dilakukan secara turun temurun oleh mantan Kadis Kesehatan Sulsel.

"Pungli semacam ini, katanya sudah terjadi sejak kepemimpinan pejabat lama dalam hal ini mantan Kadis," kata Chaerul, mengutip keterangan salah seroang oknum perawat yang menjalani proses pemeriksaan di ruang penyidik, siang tadi.

Chaerul tak merinci berapa perawat yang menjadi korban pungutan liar tersebut. "Inilah yang sementara kita cek. Baik jumlah perawat yang menjadi korban maupun nominal secara keseluruhan dana yang dikumpulkan," ujar mantan Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel ini.(*/tribun-timur.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved