Waspada, Mobil Kena Radiasi di Jepang Dijual ke Asia Tenggara
Kebiasaan ini pun berlanjut meski sebenarnya pemerintah sudah melarang dan meminta agar mobil-mobil yang teradiasi dihancurkan
JEPANG, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah petugas pengecekan radioaktif di Jepang belakangan harus bekerja keras. Hal ini berangkat dari temuan sejumlah oknum dealer menjual mobil-mobil bekas yang sudah terkena radiasi. Hal ini terjadi pasca-merebaknya radiasi di kawasan Fukushima, Jepang, selepas peristiwa gempa dan tsunami di wilayah tersebut, Maret lalu.
Seperti disebutkan Telegraph, sudah menjadi tradisi bagi sejumlah dealer mobil
bekas di Jepang untuk menjual mobil-mobil bekas ke kawasan Rusia dan
Asia Tenggara.
Kebiasaan ini pun berlanjut meski sebenarnya pemerintah sudah melarang dan meminta agar mobil-mobil yang teradiasi dihancurkan demi menghindari pencemaran.
Juni lalu, seperti diberitakan oleh media yang sama, polisi Rusia mengirim balik setengah lusin mobil bekas dari Jepang setelah menemukan bahwa kendaraan-kendaraan itu terkontaminasi radioaktif.
Seperti disampaikan NBC Los Angeles mengutip harian Jepang, Asahi Shimbun, mobil-mobil bekas yang teradiasi itu juga dijual di Jepang sendiri. Sekitar 700 mobil yang siap kirim distop oleh pihak berwenang di pelabuhan setelah diketahui bahwa ratusan mobil itu mengandung radiasi yang melebihi batas 0,3 microsieverts per jam.
Lebih mengejutkan lagi, sebuah van yang terdata sebagai mobil dari Iwaki (termasuk wilayah teradiasi) berhasil dijual keluar daerah itu. Saat dites, van itu mengandung radiasi 110 microsieverts per jam atau sekitar 300 kali dari batas yang ditentukan.
Si penjualnya mengaku bahwa ia sadar tindakannya melawan hukum. Namun ia tetap menjualnya karena berada dalam tekanan ekonomi sangat membutuhkan uang.