The Raid, Film Indonesia Bergenre Action yang Diakui Dunia
The Raid, Film Indonesia Bergenre Action yang Diakui Dunia
Film 'The Raid' dibintangi Iko Uwais sebagai tokoh sentral, dan beberapa bintang beken lain diantaranya Ray Sahetapi (Tama-Raja Bandar Narkoba), Yayan Ruhian (Mad Dog-tangan kanan Tama), Pierre Gruno (Wahyu-Kapten dan Komandan tim SWAT), Donny Alamsyah, Joe Taslim, Ananda George, dan Verdi Solaiman.
Film ini berhasil membawa pulang penghargaan untuk kategori Cadillac People's Choice Midnight Madness Award atau penghargaan pilihan penonton selama acara Midnight Madness berlangsung sepanjang TIFF 2011 dari tanggal 8-18 September 2011.
Alur film bercerita tentang pasukan khusus (SWAT) yang mengepung sebuah blok apartemen kumuh yang bertujuan untuk menangkap seorang bandar raja narkotik yang bernama Tama (diperankan Ray Sahetapi).
Karena kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki sang bandar dalam bentuk uang, menyebabkan Tama sama sekali tidak pernah tersentuh oleh aparat hukum.
Jangankan menangkap, gedung ini pun bisa dibilang kebal dari jangkauan polisi dan belum pernah sekalipun tersentuh oleh aparat. Gedung ini merupakan tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pencuri, bandar narkotika dan pemerkosa.
Namun, ternyata tim SWAT ditugaskan untuk menangkap sang bandar di gedung tersebut. jelang subuh, tim SWAT mulai melancarkan aksinya untuk menangkap sang bandar.
Aksi yang mereka lakukan secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi tersebut berhasil menguasai satu persatu lantai dari gedung ini. Namun penyerangan yang diam-diam itu akhirnya tercium juga oleh Tama. Tama langsung memerintahkan untuk mengunci rapat-rapat gedung apartemen tersebut dengan cara memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar.
Walhasil tim SWAT yang terdiri dari 20 orang ini terkunci dan tidak memiliki jalan keluar. Tanpa komunikasi, tim SWAT terjebak di gedung yang penuh dengan para kriminal kelas kakap.
Berbagai pertempuran, pembunuhan serta perkelahian mereka lakukan untuk melawan para penjahat, karena memang tidak ada lagi jalan keluar. Satu-satu nya cara yaitu membunuh dan menangkap Sang Raja Bandar dan juga mencoba untuk bertahan hidup.
Sebelum terjun ke film ini, seluruh pemain yang terlibat langsung dalam film tersebut mendapatkan pelatihan secara khusus selama 5 hari di Mabes Kopaska TNI AL.
Selama pelatihan, para pemain dan pemeran film ini mendapatkan materi dasar penggunaan senjata api, serangan strategis, disiplin mental dan fisik seorang pasukan khusus, teknis pertahanan dan yang penting kerjasama serta kebersamaan.
Lalu apakah film ini akan booming di Indonesia? Saksikan saja film ini yang akan ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia dalam waktu dekat.(*/tribun-timur.com)