Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kontrasepsi

Spiral Lebih Cocok di Indonesia

Spiral Lebih Cocok di Indonesia

Editor: Muh. Irham

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Untuk negara berkembang macam Indonesia, spiral atau IUD (intra-uterine device) dinilai lebih tepat digunakan sebagai pilihan alat kontrasepsi.

Alasannya antara lain, harga yang murah yaitu mulai Rp 15.000, tanpa efek samping, dan jangka waktu pemakaian yang lama hingga 10 tahun untuk sekali pasang. Hal itu diungkapkan Country Director DKT Indonesia Todd Callahan dalam jumpa pers, Selasa (5/7/2011).

Menurut dia, di negara lain seperti India dan Mesir, IUD lebih populer. Tidak seperti anggapan yang muncul selama ini, hampir tidak ada kontra komplikasi kehamilan pada IUD sebetulnya. "Ini tidak lebih beresiko dari implant (susuk) yang sifatnya hormonal," ujar dr. Djajadilaga SpOG, ginekolog dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Kenyataannya saat ini, penggunaan IUD di Indonesia masih kalah populer dibandingkan kontrasepsi jenis lainnya macam suntik, pil, dan implant. Dari total 29 juta pemakai alat KB di Tanah Air, hanya 8 persen memakai IUD. Menurut Todd, jarangnya pemakaian IUD ini hanya menyangkut persepsi dan kebiasaan.

"Di Indonesia, orang lebi berpikir jangka pendek, sehingga lebih suka memakai suntik, pil dan implant," ujar Todd. (*/tribun-timur.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved