Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liga Super Indonesia

Belum Ada Investor, Arema Terancam Bubar

Belum Ada Investor, Arema Terancam Bubar

Editor: Muh. Irham

MALANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Berbagai persoalan terus melilit tim Arema Indonesia. Mulai dari persoalan krisis finansial, hingga ketidak harmonisan antarpengurus.

Hingga kini, belum ada investor yang siap mengelola tim berjuluk "Singo Edan" itu. Sementara, pemain sudah mendesak, pengurus Arema bertanggungjawan terhadap gaji yang belum terbayar, yakni selama 3 bulan. Hal itu belum termasuk gaji karyawan selama 3,5 bulan.

Tak hanya itu, ternyata tim juara bertahan Indonesia Super League (ISL) musim lalu itu juga memiliki utang yang tak sedikit. Arema punya utang kepada Bang Saudara, milik Arifin Panigoro, dan pada beberapa hotel, serta kepada pihak lainnya yang digunakan untuk operasional Arema.

Hal itu terungkap dari pertemuan Ketua Yayasan Arema, M Nur dengan seluruh pemain Arema, pelatih serta perwakilan Aremania, sebutan suporter fanatik Arema, di sebuah Rumah Makan Batavia, Jl Jakarta, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/6/2011). Dalam pertemuan itu, seluruh pemain Arema meminta M Nur segera turun dari jabatan Ketua Yayasan Arema karena dinilai tak bertanggungjawab kepada Arema.

"Kamu sudah 9 bulan tak masuk kantor, tak peduli Arema. Kamu harus segera turun," kata Pelatih Arema, Miroslav Janu.

Janu juga menyampaikan, bahwa gaji pemain selama 3 bulan harus segera dibayar. "Kami sudah bermain profesional, sekarang gaji kami harus dibayar. Kamu yang mengontrak saya langsung, bukan siapa-siapa. Saya akan menutnut ke kamu," tegas pelatih asal Republik Ceko itu.

Selain itu, Janu siap keluar dari Arema kalau pihak manajemen Arema belum jelas soal pembayar gaji kepada dirinya dan pemain. Begitu juga apa yang dialami pemain, sehingga mereka meminta agar M Nur segera turun dari Ketua Yayasan Arema.

"Kalau pak Nur turun dari Ketua Yayasan Arema, sudah ada investor yang siap. Karena investor siap mengelola Arema kalau pak Nur turun," kata Zulkifli Syukur, kapten Arema.

Sementara itu, jika hingga kini manajemen Arema belum juga bisa membayar gaji pemain hingga akhir kompetisi, total utang Arema senilai Rp 10,6 miliar. "Itu secara total utang Arema hingga akhir musim kompetisi, baik gaji pemain dan utang Arema," kata media Officer Arema, Sudarmadji.

Masih menurut M Nur, pihaknya siap mundur dari Arema dengan syarat investor yang akan membeli Arema siap membayar semua utang Arema. "Arema punya utang ke Bank Saudara, ke beberapa hotel dan uang yang digunakan operasional," bebernya, tanpa menyebut nominal total utang Arema.

Kalau investor siap membayar utang Arema itu, tegas M Nur, dirinya siap mundur dari Arema. "Saya bersedia mundur demi kemajuan Arema. Dulu, saya sudah tak mau jadi Ketua Yayasan," katanya.

Ditanya Noh Alam Shah, pemain asal Singapura, kalau tak ada investor masuk, lalu apa langkah M Nur membayar gaji pemain? M Nur menjawab, sebelum akhir kompetisi, pihakya siap mencarikan untuk gaji.

"Kalau saat ini Arema memang tak ada uang," akunya.

Seluruh pemain Arema khawatir, kalau dirinya nanti keluar dari Arema, gaji tak juga dibayar. "Itu yang dikhawatirkan seluruh pemain," kata Musafri.

Menurut M Bustomi, dirinya khawatir, dengan kondisi demikian, investor belum juga ada yang asuk, pemain Arema akan meninggalkan Arema. "Makanya segera dibayar gaji pemain," harapnya, di depan M Nur yang didampingi Pembina Yayasan Arema, Rendra Krisna saat itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved