Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kekerasan Seksual

Kasus Pemerkosaan Terhadap Anak Meningkat di Sulsel

Kasus Pemerkosaan Terhadap Anak Meningkat di Sulsel

Penulis: Aqsa Riyandi Pananrang | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sulsel Titin Sutarti, menjelaskan, sesuai data yang dihimpun dari lembaga perlindungan anak (LPA) di daerah ini sekitar 82 persen pelaku kekerasan terhadap anak diketahui orang yang dekat dengan korban.

Meski dari data yang dihimpun dari LPA maupun dinas sosial angka kekerasan anak menurun, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak utamanya perempuan justru meningkat. Sesuai data LPA tahun 2010, terjadi 82 kasus kekerasan seksual.

Dari jumlah itu, kasus inses (hubungan seksual dalam keluarga) dan perkosaan anak meningkat. Tahun 2010, terdapat delapan kasus inses dengan korban anak dengan pelaku ayah kandung, paman, sampai kakek. Sedangkan, angka kekerasan fisik mengalami penurunan meski kasus ini justru terjadi di sekolah dan rumah tangga.

Titin menjelaskan untuk meminimalisir meningkatnya kasus kekerasan anak dan perempuan, pihaknya membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel.

"Korban dapat melaporkan tindakan kekerasan yang menimpanya selanjutnya dikoordinasikan dengan kepolisian. Saat ini, pembentukan lembaga ini dikaji biro hukum untuk penerbitan pergub. Namun, operasionalnya saat ini sudah berjalan," jelasnya.

Sekretaris BPPKB Suciaty Saptamargani menambahkan selain P2TP2A pihaknya membentuk tim gugus tugas trafficking dan tim terpadu pencegahan kekerasan terhadap anak. Tim tersebut mensosialisasikan dan memediasi kasus kekerasan anak dan perempuan. Termasuk mendorong anak yang terlibat hukum dibina di panti khusus di Salodong dibanding dimasukkan ke rumah tahanan (rutan) berbaur dengan narapidana dewasa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved