Pelajar Tenggelam
Satu Korban Tenggelam di Malino Ditemukan Tewas
Satu Korban Tenggelam di Malino Ditemukan Tewas
Penulis: Suryana Anas | Editor: Muh. Irham
Informasi yang diperoleh Tribun dari SAR UNM yang melakukan evakuasi saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, korban menggunakan baju ungu dan boxer merah.
SAR gabungan yang ikut dalam operasi ini terdiri dari Basarnas, SAR UNM, SAR Pramuka, SAR Unhas, dan Manggala Agni kini mengevakuasi korban ke Puskesmas Tinggi Moncong.
Dalam proses pencarian SAR gabungan membagi dua rute SRU. SRU 1 menyisir daerah bawah jembatan, SRU 2 menuju ke TKP kemudian melakukan persiapan penyelaman dengan kekekuatan 4 personil.
Setelah melakukan penyelaman tidak membuahkan hasil. Strategi kemudian diganti dengan menggunakan teknik jangkar yang ikat dengan tali atau dalam istilah lainnya "memancing".
Komandan SRU SAR UNM, Muh Sanusi Rasyid, mengatakan masih ada satu korban lagi yang belum ditemukan atas nama Asriani (15).
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam proses pencarian selanjutnya dalam menemukan korban yang tersisa yakni Asriani," ungkap Sanusi Rasyid ketika baru saja mengevakuasi mayat korban ke puskesmas.
Dalam kejaddiaan naas itu, ada dua korban tenggelam yang diidentifikasi bernama Wahyu Muherdi (15) dan Asriani (15). Keduanya ikut pada rombongan SMP Negeri 23 Makassar yang terdiri dari 36 Siswa dan 1 guru, dalam rangka perpisahan sekolah setelah mengikuti ujian nasional.
Peristiwa ini bernmula saat Wahyu Muherdi terpeleset dan terbawa arus kemudian ia meminta tolong kepada temannya, akan tetapi ikut ia juga terbawa arus dan akhirnya tenggelam.
Teman korban lainnya berusaha menolong korban, namun sayang korban tidak berhasil ditolong. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke warga setempat dan kantor polisi.
Asriani beralamat di Jalan Borong 1/25 Makassar, anak dari Kadir Nanring dan Hasna Ami, Sementara Korban Wahyu terakhir terlihat mengenakan baju biru Hitam, celana merah. (*)