Kekurangan Armada, Ratusan Penumpang di Pelabuhan Fery Mamuju Terlantar
Salah seorang penumpang yang ingin berangkat ke Panajam Kalimantan, Rajan mengatakan, Ia harus menunggu satu minggu di Pelabuhan.
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Ratusan penumpang di Pebuhan Fary Mamuju, Sulawesi Barat, terlantar akibat kekuragan armada melayani rute penyeberangan Mamuju - Balikpapan.
Salah seorang penumpang yang ingin berangkat ke Panajam Kalimantan, Rajan mengatakan, Ia harus menunggu satu minggu di Pelabuhan baru mendapatkan tiket untuk berangkat.
Sidang Hak Angket, Eks Sekretaris BKD Sulsel: Saya tak Pernah Dilibatkan Mutasi
Makan Siang Sepuasnya Rp 55 Ribu di Swiss Belhotel Makassar
"Saya menunggu sejak hari minggu lalu, baru bisa berangkat kemarin malam pak,"kata Rajan yang mengaku baru tiba di Balikpapan kepada Tribun-Timur.com, via telepon selular, Senin (8/7/2019).
Selain merasa terlantar di Pelabuhan, mereka juga mengeluhkan pelayanan penjualan tiket dinilai sangat tidak transparan, dan merugikan masyarakat.
"Pelayanan tiket juga sangat tertutup pak, rata-rata penumpang melalui calo dan dibeli Rp 300 ribu, dua kali lipat dari harga normal, harga normal itu Rp 150 ribu, tapi tetap dibeli dari pada tidak berangkat,"ungkap Rajan.
Rajan juga mengatakan, akibat kekurangan armada, beberapa ternak yang akan diseberangkan ke Kalimantan, mati akibat kelaparan di parkiran pelabuhan.
"Kita berharap, ini segera didorong untuk dibenahi oleh pemerintah, kasian kita ini penumpang, apalagi yang tua dan anak kecil. Calo juga keterlaluan kasi naik tiket, kita ini sudah miskin, tiket mahal pula, dua kali lipat dari harga normal,"pungkasnya.
Pantauan Tribun-Timur.com, di pelabuhan yang terletak di Kecematan Simboro, tampak para penumpang yang sudah menunggu hingga empat hari, namun belum berangkat, terpaksa menjadikan ruang tunggu pelabuhan sebagai tempat tidur.
Mereka tidur melantai, bersama sanak dan keluarga meraka, serta barang bawaan mereka dari kampung halaman untuk dibawa ke perantauan.
Salah seorang penumpang Nurmiati, mengaku menunggu sudah empat malam, dan sangat kecewa dengan kondisi yang ada di palabuhan.
"Bagaimana cara ini, kita harus daftar dua hari sebelumnya baru bisa dapat tiket. Saya sudah empat malam disini, kalau belum berangkat hari ini, sudah lima malam,"ujarnya.
Nurmiati mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, armada kapal Fery yang melayani tujuan Mamuju-Balikpapan hanya satu.
"Itupun kapal kecil, katanya kapal yang diperbantukan sementara,"ucapnya.
Nurmiati merupakan penumpang dari Desa Sempo Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Ia ingin berangkat ke Kalimantan bersama sejumlah keluarganya.
Kepapa Tribun-Timur.com, para penumpang yang menunggu beberapa hari namun belum berangkat, mengaku sudah kekurangan biaya untuk makan di pelabuhan.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur: