Citizen Reporter
Mahasiswa Unhas Temukan Handpiece Kendali Suara
Tiga Mahasiswa Universitas Hasanuddin berkolaborasi untuk membuat prototype handpiece dengan sistem kendali suara dalam bidang kedokteran gigi.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen reporter Nurul Auliya Mahasiwa FKG Unhas
Tiga Mahasiswa Universitas Hasanuddin berkolaborasi untuk membuat prototype handpiece dengan sistem kendali suara dalam bidang kedokteran gigi.
Ketua tim, Nurul Auliya dari Fakultas Kedokteran Gigi Unhas; Andi Nadwa Tenri Sapada dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Muhammad Nasarudin dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik elektro sebagai anggota tim.
Tim kolaborasi ini dibimbingan oleh drg. Adam Malik Hamudeng, M.MedEd.
Ketiga mahasiswa tersebut akan menciptakan sebuah handpiece yang dapat dikendalikan melalui sistem perintah suara sehingga menghasilkan kerja handpiece yang lebih mudah dan tidak menimbulkan kebisingan seperti handpiece biasanya.
Olehnya itu, alat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dokter gigi karena dapat mengurangi trauma psikis pada pasien akibat suara yang ditimbulkan.
Pembuatan prototype ini dengan judul “Smart-handpiece: Pengendalian Instrumen Putar Kedokteran Gigi Menggunakan Sistem Perintah Suara” merupakan salah satu program Pekan Kreativitas Mahasiswa yang dibiayai oleh dana hibah dari Dikti.
Selaku ketua tim, Nurul Auliya sangat berharap agar temuannya ini bisa mendapat apresiasi dan prestasi.
"Semoga dengan temuan kami ini, bisa lolos mengikuti seleksi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang pada tahun ini akan dilaksanakan di Universitas Udayana, Bali" ujarnya penuh harap.
Lebih lanjut, Nurul Auliya mengenalkan temuannya ini. "Ide awal pembuatan handpiece ini, berawal dari pengalaman kami dalam menggunakan handpiece biasa pada saat melakukan clinical skill laboratorium di Laboratorium Konservasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.
Handpiece yang digunakan sangat sulit untuk dikendalikan dengan footcontrol. Disamping itu, suara bising yang ditimbulkan akibat kompresor dari handpiece yang biasa kita jumpai di klinik dokter gigi bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak-anak" ungkap Nurul.
Handpiece yang dibuat pada program ini merupakan handpiece dengan sistem kendali suara yang portable yang sudah dilengkapi dengan komponen-komponen pendukung seperti penyemprot air dan penyemprot udara yang kesemuanya disatukan dalam satu kotak menyerupai sebuah koper.
Handpiece ini juga dapat memudahkan dalam program-program sosial yang dilakukan di daerah yang sulit menjangkau handpiece konvensional yang harus terhubung langsung dengan dental unit yang ada di puskesmas maupun klinik.
Melalui kompetisi ini kami berharap handpiece ini dapat menyelesaikan masalah yang kerap dihadapi oleh mahasiswa maupun dokter gigi sehingga inovasi ini dapat dikomersialkan pada beberapa klinik dan fakultas kedokteran gigi di Indonesia.
Kami sadar bahwa handpiece ini masih memiliki kekurangan dalam pembuatannya sehingga kami berharap dibeberapa program lanjutan kami dapat menyempurnakan alat ini dan memproduksi alat ini untuk kepentingan mahasiswa kedokteran gigi maupun dokter gigi di Indonesia.
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.comdi Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:
Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
A
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-mahasiswa-unhas-berkolaborasi-membuat-prototype.jpg)