Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Disebut Jadi Target Pembunuhan, Siapa Budi Gunawan?

dua dari enam kelompok yang merencenakan pembunuhan tersebut diduga berlatar belakang tentaran.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Empat pejabat dan tokoh nasional menjadi target pembunuhan berencana.

Salah satu diantara keempat nama yang disebutkan Kapolri Jendral Tito Karnavian adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Pol Budi Gunawan.

Tiga diantaranya yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purnawirawan) TNI Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Komjen (Purn) Pol Gories Mere.

Dilansir dari TribunJateng.com, dua dari enam kelompok yang merencenakan pembunuhan tersebut diduga berlatar belakang tentaran.

Mereka adalah Tajuddin alias TJ (40 tahun) dari TNI Angkatan Laut, dan Irfansyah alias IR (45) mantan TNI Angkatan Darat.

Polisi mengungkap adanya kelompok pihak ketiga yang ingin menciptakan martir dalam aksi menolak hasil pilpres pada 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta.

Kelompok ini juga diduga berniat membunuh empat pejabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei.

Polisi menetapkan enam tersangka baru terkait kerusuhan 22 Mei 2019. Keenam tersangka itu terkait kasus pemilikan senjata ilegal.

Asmaizulfi alias AF alias Fifi, seorang perempuan, sedangkan lima lainnya adalah laki-laki yakni berinisial HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, dan AD. Kepolisian juga menyita 4 senjata api ilegal dilengkapi amunisi.

Senjata api itu adalah jenis revolver Taurus kaliber 38, senpi rakitan laras panjang Meyer, serta dua senjata rakitan laras pendek caliber 22.

"TJ diminta membunuh dua tokoh nasional. Saya tak sebutkan di depan publik. Kami TNI/Polri sudah paham siapa tokoh nasional tersebut. Ada empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Senin (27/5).

Saat memberi keterangan, Irjen Muhammad Iqbal didampingi Wakil Kapuspen TNI, Laksma TNI Tunggul Suropati. Laksma TNI Tunggul Suropati memperlihatkan senjata api revolver Taurus caliber 38, sedangkan Iqbal memperlihatkan senjata laras panjang.

Dilansir dari Tribunnews, informasi tersebut diperoleh dari pemeriksaan enam tersangka aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019.

hal ini disampaikan Tito Karnavian saat konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

"Dasar kami sementara ini hanya Berita Acara Pemeriksaan (BAP). BAP itu resmi, pro justicia hasil pemeriksaan pada tersangka yang sudah kami tangkap bukan karena informasi intelijen," ungkap Kapolri.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved