Akademisi Minta JK Ajak Amien Rais dan Joko Santoso Dialog
"Kalau hanya mengundang tokoh-tokoh seperti Mahfud MD, Din Sjamsuddin, Tri Sutrisno, dampaknya belum terasa, coba Pak JK undang Amien Rais.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR -- Sejumlah akademisi senior meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla, untuk menginisiasi pertemuan rekonsiliasi dengan tokoh oposisi politik Joko Widodo, pasca-rusuh massa efek rekapitulasi suara pemilihan presiden, 22 Mei 2019 di Jakarta.
"Kalau hanya mengundang tokoh-tokoh seperti Mahfud MD, Din Sjamsuddin, Tri Sutrisno, dampaknya belum terasa, coba Pak JK undang Amien Rais, Jenderal Joko Santoso, itu akan membuat pembeda," kata akadimisi Unhas Prof Dr Tahir Kasnawi MA, menanggapi pertemuan JK dengan sejumlah tokoh bangsa di Kediaman Dinas Wapres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) malam.
Undangan dari pihak JK sebagai tokoh bangsa, wapres sekaligus penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, dinilai penting, untuk menakar apakah para elite oposisi ini, masih melihat ada celah rekonsiliasi bangsa.
"Kalau mereka (Amien Rais, Joko Santoso) datang itu berarti ada peluang, tapi kalau tidak ini akan terjadi seperti saat tahun 1998, Pak Harto mengundang para tokoh reformasi, tapi tak ada yang datang karena rezim sudah tak dipercaya," ujar Tahir.
Hal senada juga dikemukan ekonom senior Unhas, Drs Taslim Arifin MA dan Dr Madjid Sallatu.
"Semoga tidak sama dengan apa dilakukan oleh Soeharto sebelumnya yang juga menginginkan dialog lintas tokoh untuk mengawal proses reformasi berjalan dengan baik, tanpa korban. Sayangnya ketika itu, para tokoh yang diundang telah tidak melihat lagi harapan kepercayaan terhadap rejim , kendatipun para tokoh tersebut juga sangat mengharapkan tidak adanya korban yang jatuh," ujar Taslim yang juga salah seoramg partner dialog kritis JK di Makassar.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (77) mengajak semua elemen bangsa untuk tidak memperkeruh kondisi kenagaraan dan kebangsaan
Kalla khawatir, jika aksi massa kian tidak terkendali, maka tidak menutup kemungkinan m krisis ekonomi dan politik seperti tahun 1998, saat tumbangnya rezim Orde Baru, kembali terulang.
Ajakan Kalla ini dikemukkan dalam dialog yang dimulai pukul 20.30 WIB bersama mantan Wapres Try Sutrisno, Prof Dr Mahfud MD, Prof Dr Din Syamsuddin, Prof Dr Komaruddin Hidayat, Bambang Hendarso Danuri, Abdul Mukti, Sofyan Djalil, Amirsyah Tambunan, ManPAN-RB Syafruddin, Agus Wijoyo, dan Gubernur DKI Jakarta, Prof Dr Anies Baswedan.
Dari pertemuan itu, Kalla menegaskan lagi inisiatif perlunya pertemuan dengan para tokoh bangsa untuk menenangkan ketegangan pascapenetapan hasil Pilpres 2019.
“Ya secepatnya saya lagi usahakan untuk ada pertemuan dengan tokoh-tokoh. Belum ketemu dengan (Prabowo), ya sedang diusahakan pokoknya,” kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Rabu 22 Mei 2019 seperti dikutip Antaranews.
Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Dimakamkan di Pesantren Azzikra Bogor