Live Trans 7, Live Streaming Mata Najwa 'Demi Demokrasi' Curhat Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal
Sedang berlangsung, Live Trans 7, Live Streaming Mata Najwa 'Demi Demokrasi' yang tayang mulai jam 20:00 WIB, Rabu (8/5/2019).
TRIBUN-TIMUR.COM - Sedang berlangsung, Live Trans 7, Live Streaming Mata Najwa 'Demi Demokrasi' yang tayang mulai jam 20:00 WIB, Rabu (8/5/2019).
Siaran talkshow Mata Najwa membahas soal kematian 456 anggota KPPS (per 7 Mei 2019), 92 anggota Panwaslu (per 2 Mei 2019), dan 25 polisi (per 7 Mei 2019), saat sedang menjalankan tugas terkait dengan penyelenggaraan Pemilu.
Hadir narasumber talkshow Mata Najwa edisi kali ini, yakni Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam, Farid Abdurrahman Ketua KPPS TPS 042, Pasir Gunung Selatan, Depok.
Juga Inez Nabila Martini anak almarhum Rudi Ketua KPPS 009 Pisangan Sukaesih, istri almarhum Rudi.
Serta, Ali Azhari, Ketua PPS TPS 068 Jatinegara sekligus ayah Ahmad Farhan (petugas KPPS yang meninggal).
Para keluarga pun curhat soal musibah ini.
Menkes: Meninggal karena Serangan Jantung hingga Infeksi Otak
Disalin dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan telah menugaskan dinas kesehatan di masing-masing provinsi untuk mencari tahu penyebab meninggalnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019.
Sejauh ini, baru Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang sudah menyelesaikan dan menyampaikan laporan lengkapnya.
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, berdasarkan laporan itu, ada 2.641 orang anggota KPPS yang sakit dan 18 yang meninggal dunia di Ibu Kota.
Penyebab meninggalnya para petugas ini beragam.
"Dari 18 orang ini diketahui penyebab kematiannya. Pertama, 8 orang sakit jantung yang mendadak, kemudian gagal jantung, liver, stroke, gagal pernafasan dan infeksi otak," kata Nila F Moeloek dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Menurut Nila F Moeloek, penyebab kematian itu diketahui berdasarkan audit medis dan otopsi verbal yang dilakukan Kemenkes.
Audit medis dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien selama dirawat di rumah sakit.
Sementara, otopsi verbal adalah melakukan wawancara dengan keluarga mengenai pentakit yang sebelumnya diderita korban.