Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Presiden Soeharto Pakai Supersemar untuk Gulingkan Soekarno, Ajudan: Bung Karno Merasa Dikibuli!

Kembali menilik sejarah tumbangnya Soekarno dan digantikan Seoharto masih menyimpan cerita tersebdiri.

Editor: Rasni
Tribunnews
Presiden Soeharto Pakai Supersemar untuk Gulingkan Soekarno, Ajudan: Bung Karno Merasa Dikibuli! 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Presiden Soeharto Pakai Supersemar untuk Gulingkan Soekarno, Ajudan: Bung Karno Merasa Dikibuli!

Kembali menilik sejarah tumbangnya Soekarno dan digantikan Seoharto masih menyimpan cerita tersebdiri.

Lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar) tahun 1966 menjadi salah satu babakan sejarah Indonesia paling kontroversi menjelang runtuhnya kekuasaan Soekarno.

Supersemar berisi tentang perintah Soekarno kepada Soeharto untuk mengambil 'tindakan yang dianggap perlu' demi memulihkan keamanan pasca G30S/PKI.

Namun presiden Soekarno merasa dibohongi lantaran Soeharto ia nilai memelintir maksud Supersemar untuk ambisi pribadinya.

Baca: 10 Perguruan Tinggi Negeri dengan Jumlah Penelitian Terbanyak, Unhas Peringkat ke-7 Kalahkan Unpad

Baca: Korupsi Dana Desa, Nasib Kepala Desa di Bone Ditentukan Hari Ini di Pengadilan

Baca: VIDEO: Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara Pemilu 2019 di Takalar

Mengutip Kompas.com, Selasa (12/3) itulah hal yang disampaikan Sidarto Danusubroto, ajudan terakhir Bung Karno, pasca-terbitnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) tahun 1966.

Setidaknya masih ada kontroversi dari sisi teks dalam Supersemar, proses mendapatkan surat itu, dan mengenai interpretasi perintah tersebut.

Menurut Sidarto, Soekarno menunjukkan sikap berbeda dengan serangkaian langkah yang dilakukan Soeharto setelah menerima Supersemar.

Sidarto tidak menyebut detail perubahan sikap Soekarno, tetapi ia menjelaskan bahwa Supersemar malah dimanfaatkan Soeharto membatasi ruang gerak Sang Proklamator dan keluarganya.

"Dalam Supersemar, mana ada soal penahanan? Penahanan fisik, (dibatasi bertemu) keluarganya, penahanan rumah. Supersemar itu seharusnya melindungi keluarganya, melindungi ajarannya (Bung Karno)," kata Sidarto.

Baca: 7.000 Hektare Lahan Pertanian Kering, Pemkab Sigi Diminta Buat Irigasi

Baca: Amran Sulaiman Paparkan Capaian Sektor Pertanian di Kantor Tribun Timur

Baca: Kadis Pertanian Lutra: Kami Tahu Kelompok Tani yang Layak Dapat Bantuan

"Bung Karno merasa dikibuli," tambah Sidarto saat dijumpai Kompas.com di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (6/3/2016) silam.

Namun Soekarno dikejutkan dengan kedatangan demonstran yang terdiri dari mahasiswa menyuarakan Tritura.

Soekarno dan Soeharto
Istimewa
Soekarno dan Soeharto

Apalagi Istana Merdeka dikepung oleh pasukan Kostrad yang dipimpin Brigjen Kemal Idris namun mereka tanpa identitas kesatuan.

Jujur saja Soekarno panik mendapati adanya pasukan itu.

Ia memerintahkan Soeharto untuk menarik mundur pasukan Kostradtersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved