32 Kepala Desa di Gowa Diperiksa Karena Diduga Korupsi, Kadis PMD Mengaku Tidak Tahu

32 Kepala Desa di Gowa Diperiksa Karena Diduga Korupsi, Kadis PMD Mengaku Tidak Tahu

32 Kepala Desa di Gowa Diperiksa Karena Diduga Korupsi, Kadis PMD Mengaku Tidak Tahu
Ari Maryadi Tribun Gowa
Kepala Dinas PMD Pemkab Gowa, Muh Asrul. 
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gowa, Muh Asrul menyerahkan ke pihak kepolisian mengenai dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Gowa.

Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa terus melakukan pendalaman terkait dugaan penyalahgunaan ADD. Sebanyak 32 kepala desa telah diperiksa polisi.

Muh Asrul mengatakan, pihaknya menghargai proses hukum tersebut. Namun, Asrul mengaku belum mengetahui siapa-siapa saja 32 kepala desa yang diperiksa polisi tersebut.

"Saya belum tahu siapa-siapa saja itu. Saya belum menerima laporannya sampai saat ini," kata Asrul kepada Tribun Timur, Rabu (13/3/2019).

"Kami hargai langkah kepolisian. Kalau ada yang melanggar silakan diproses. Tapi sampai sekarang saya belum tahu kepala desa apa saja yang diperiksa," tambah Asrul.

Sebelumnya, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan polisi telah meningkatkan satu kasus ke tahap penyidikan dari 32 kepada desa yang telah diperiksa.

Namun, perwira polisi dua melati ini masih enggan menyebut desa mana yang naik ke tahap penyidikan ini. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk keperluan penyidikan lebih mendalam.

"Sekarang ada satu naik ke sidik. Pasca tentukan tersangka kita akan rilis," kata Shinto Silitonga melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/3/2019) kemarin.

Jebolan Akpol angkatan 1999 ini mengatakan, polisi menemukan dugaan adanya penyalahgunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) pada 32 desa di Kabupaten Gowa.

"Kami bekerja proporsional. Tim Intelijen sedang mendalami dana desa dan alokasi dana desa ini," kata Shinto Silitonga, Kamis (7/3/2019) lalu.

Shinto melanjutkan, Polres Gowa fokus melakukan pengecekan antara dokumen penyerapan anggaran dengan kondisi fisik yang sebenarnya.

“Jangan sampai di atas kertas dana desa sudah terserap, tapi fisiknya belum sempurna. Bahkan tidak dikerjakan," tandas Shinto Silitonga.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95


Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved