KPU Soppeng Minta PLN Tak Padamkan Lampu Saat Pemilu
KPU Soppeng mulai mengantisipasi pemadaman listrik saat hari pencoblosan Pemilu 2019.
Penulis: Sudirman | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, LALABATA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng mulai mengantisipasi pemadaman listrik saat hari pencoblosan Pemilu 2019.
Ketua KPU Soppeng Muhammad Hasbi mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi penghitungan suara di Soppeng.
Saat simulasi, tidak menutup kemungkinan penghitungan suara akan sampai pagi.
Baca: 305 Personil Brimob Bone Periksa Kesehatan
Baca: Wakil Bupati Sinjai Minta Aparat Desa Ketahui Visi Misinya
Baca: Jamaah Haji di Palu Jalani Pemeriksaan Tahap 2
"Bahkan kalau ada masalah, bisa saja sampai besok paginya," tambah Muhammad Hasbi, saat rapat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di kantor Bawaslu Soppeng, Selasa (12/3/2019).
Salah satu antisipasi yang dilakukan yaitu, sudah meminta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk tidak melakukan pemadaman listrik saat pileg.
Bahkan petugas PLN di Soppeng diminta untuk siaga di gardu induk PLNnya masing-masing.
"Kami pernah alami adanya pemadaman listrik beberapa tahun lalu. Langkah yang dilakukan saat itu, menyalakan semua lampu motor," tambah Hasbi.
Selain itu, Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Soppeng, sudah diminta melakukan identivikasi daerah yang belum teraliri listrik.
Sementara Ketua Muhammadiyah Soppeng Kusnaidi, berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi penyelenggaran pileg.
"Kalau bisa, hindari pemilihan ulang. Semua unsur harus terlibat, agar pileg berjalan dengan baik," tambah Kusnaidi.
Laporan Wartawan TribunSoppeng @ sudi zne
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
Ar