Wagub Sulsel: Ketika Budaya dan Adat Dihapuskan, Apa yang Menarik?

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman silaturahmi bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara

Wagub Sulsel: Ketika Budaya dan Adat Dihapuskan, Apa yang Menarik?
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Wagub Sulsel Sudirman Sulaiman saat berkunjung di Kantor Bupati Toraja Utara silaturahmi dengan pemerintah daerah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda di Ruang Pola, Jl Sam Ratulangi No 1 Kecamatan Rantepao, Jumat (8/3/2019). / Foto Risnawati 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman silaturahmi bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Pemuda di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Jl Sam Ratulangi No 1 Kecamatan Rantepao, Jumat (8/3/2019).

Silaturahmi tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pokok pembahasan pada pertemuan yaitu polemik atas rencana Wagub Sudirman dan Pemprov Sulsel mengenai wisata halal atau muslim friendly yang akan dikembangkan di wilayah Toraja.

Baca: Ketua Bawaslu Jeneponto Lantik Tiga Panwaslu Kecamatan Hasil PAW, Ini Nama-namanya

Baca: Pemkab Luwu Belum Bayarkan Gaji Bidan Desa PTT Terangkat PNS 2018 Lalu, Ini Upaya Wabup

Baca: Lowongan Kerja BUMN untuk SMA dan S1 Semua Jurusan Login & Buat Akun di rekrutbersama.fhcibumn.com

Beberapa Tokoh Agama dan Masyarakat memberikan pertanyaan kepada Wagub Sudirman agar memperhatikan polemik wisata halal dan menyejukkan kegaduhan yang diributi di media sosial (Medsos).

Menanggapi itu, Wagub Sudirman mengatakan, bahwa Gubernur dan Wagub Sulsel jangan diganggu dengan masalah yang menyangkut isu agama.

"Jangan dipolitisasi itu (wisata halal), fokus infrastruktur daerah dengan baik, segala hubungan yang menyangkut wisata halal biarlah pemerintah daerah dan tokoh masyarakat mengutuskan sendiri mana lebih baik," ucap Sudirman.

Dia mengajak, agar masyarakat harus lebih cerdas melihat situasi dan lebih utama fokus membangun daerah saja sehingga dapat dinikmati fasilitasnya dan sumber daya manusianya semakin meningkat.

"Pemikiran logis kita saja, ketika budaya dan adat dihapuskan apa yg menarik? maka hilang semua, dan buat apa kami perbaiki infrastruktur, memberikan anggaran ratusan miliar, buat apa kami lakukan semua itu," ungkapnya.

Adik Menteri Pertanian, Amran Sulaiman meminta masyarakat agar bijak bermedsos, stopkan isu agama dan fokus membangun Toraja serta tetap mengkritik kinerja pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved