TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Sulsel Butuh Rp 9 Miliar untuk Saksi

Secara teknis, Syamsul memberikan kepada M Arfandi Idris untuk menjelaskan ke wartawan. Arfandi merupakan Direktorat Saksi TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Su

TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Sulsel Butuh Rp 9 Miliar untuk Saksi
abd azis/tribuntimur.com
TIM Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulsel menggelar Training of Trainers (ToT) di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (8/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulsel menggelar Training of Trainers (ToT) di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (8/3/2019).

Ketua TKD KIK Jokowi-Ma'ruf Sulsel, Syamsul Bachri mengatakan, kegiatan ToT Direktorat Saksi TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel digelar dalam rangka memastikan seluruh sistem TKD provinsi dan kabupaten/kota di Sulsel mencapai target.

Baca: Ketua Bawaslu Jeneponto Lantik Tiga Panwaslu Kecamatan Hasil PAW, Ini Nama-namanya

"Ini untuk memastikan seluruh sistem TKD provinsi dan kabupaten/kota berjalan sesuai harapan. Jadi agenda hari ini adalah rapat koordinasi yang dilanjutkan ToT. ToT ini khusus bidang saksi. Kawan-kawan di provinsi dan kabupaten/kota telah berjalan dengan baik," tegas Syamsul di Hotel Grand Asia, Makassar, Sabtu (8/3/2019).

Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan ToT Direktorat Saksi TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menjelaskan, dana saksi yang disiapkan sekitar Rp 9 miliar. "Yang kita butuh sekitar Rp 9 miliar," jelas Syamsul.

Baca: Sosialisasi di Maros, Istri Taufan Pawe Bagi-bagi Jilbab ke Warga

Secara teknis, Syamsul memberikan kepada M Arfandi Idris untuk menjelaskan ke wartawan. Arfandi merupakan Direktorat Saksi TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Sulsel.

"Saksi ada dua di TPS," ungkap Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan itu.

Arfandi menambahkan bahwa semua partai pengusung porsinya sama dalam hal saksi. Kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memang harus satu. Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil Rakornas di Surabaya belum lama ini.

Baca: Hindari Kapal Kelebihan Penumpang dan Muatan, Dishub Pangkep Pantau Dermaga Pangkajene Tiap Hari

"Kalau di Sulsel itu dua orang saksi per-TPS tapi kita tahu cuma satu saksi saja yang bisa masuk. Jadi PDI Perjuangan satu dan selebihnya dibagi secara proporsional," ujar Arfandi.

Selain 2 saksi, di TPS kata Arfandi, juga ada relawan yang bergerak setiap saat. Termasuk para saksi. "Jadi ada peran lain yang akan diberikan kepada saksi-saksi yang akan bertugas nantinya di setiap TPS," jelasnya.(*)

Laporan wartawan tribuntimurcom @abdul-azis-alimuddin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved