Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TERPOPULER: Kerjaan Andi Arief Sebelum Jadi Bawahan SBY, Link UTBK, Doa Ustaz Abdul Somad ke Capres

Mulai dari urusan Politik, kasus Narkoba Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief, komentar Dai Kondang Ustaz Abdul Somad soal puisi Neno Warisman

Editor: Rasni
Tribunnews
TERPOPULER: Kerjaan Andi Arief Sebelum Jadi Bawahan SBY, Link UTBK, Doa Ustaz Abdul Somad ke Capres 

Informasi yang didapat Tribunnews menyebutkan, saat ditangkap Andi Arief bersama dengan seorang wanita.

Tertangkap Narkoba, Ini Profil Politikus Demokrat Andi Arief, Aktivis 98 Penyebut Jenderal Kardus

Seorang Guru Kepergok Siswanya Sendiri Nonton Film Panas Didalam Kelas, Begini Kronologinya!

Geramnya Mahfud MD Dituduh Terima Mobil Mewah dari Pengusaha, Laporkan @KakekKampret_ ke Polisi

Andi Arief diduga baru menggunakan shabu yang sempat dibuang sesaat sebelum penggerebekan.

Beredar juga sejumlah Foto diduga terkait dengan penangkapan petinggi partai politik tersebut.

Di dalam Foto yang beredar tersebut, terlihat ruangan hotel yang berantakan.

Tempat tidur di kamar hotel kawasan Jakarta Barat yang diduga menjadi lokasi penangkapan petinggi partai politik, Andi Arief, pada Senin (4/3/2019).
Tempat tidur di kamar hotel kawasan Jakarta Barat yang diduga menjadi lokasi penangkapan petinggi partai politik, Andi Arief, pada Senin (4/3/2019). (Istimewa/ via Tribunnews.com)

Di meja kamar hotel tersebut terlihat sejumlah botol air mineral kemasan, beberapa sedotan, puntung rokok, selembar uang hingga korek api.

Terlihat juga ada sebungkus alat kontrasepsi di meja tersebut.

 

Baca: BREAKING NEWS: Seorang Nelayan Tenggelam di Sungai Walennae Wajo

Baca: Prabowo Subianto Diam Saja Disebut Jenderal Kardus oleh Andi Arief, Malah Gini ke Anak Buah SBY

Baca: Bupati Gowa Sebut Gunung Bawakaraeng Rusak Akibat Ulah Pendaki, Menurut Anda?

Di bagian ruangan lainnya seperti di kamar mandi, terlihat juga jamban atau kloset yang tercabut dari posisinya.

Informasi yang diterima, kloset tersebut terpaksa dicabut dari posisinya untuk mencari barang bukti berupa bong yang dibuang ke dalam kloset tersebut.

Jamban atau kloset yang hancur di kamar hotel di bilangan Jakarta barat, Senin (4/3/2019)

Jamban atau kloset yang hancur di kamar hotel di bilangan Jakarta barat, Senin (4/3/2019) (Istimewa)

Sumber di kepolisian yang dihubungi Tribunnews hanya menjawab singkat ketika dimintai komentarnya. " Iya nanti dirilis."

Informasi yang didapat Tribunnews menyebutkan, saat ditangkap politikus tersebut bersama dengan seorang wanita. 

2. Link Login UTBK SBMPTN 2019 di pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id Bisa Diakses, Ini Imbauan Baru LTMPT

Setelah sempat ditutup sementara, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK kembali dibuka, Senin (4/3/2019).

Sebelumnya, laman resmi pendaftaran UTBK untuk SBMPTN 2019 sulit diakses.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT pun mengumumkan pendaftaran ditutup sementara pada Sabtu (2/3/2019) kemarin.

Kini Link pendaftaran UTBK di pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id sudah bisa dibuka.

UTBK ini sebagai syarat untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019.

Baca: Link Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 Masih Sulit Diakses, yang Berhasil Login Diminta Segera Membayar

Baca: Link Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 di utbk.sbmptn.ac.id Kembali Dibuka, Peserta Diminta Lakukan Ini

Meski sudah bisa diakses, ada saja siswa yang masih mengeluh susah mengakses.

Sedangkan peserta yang  berhasil login dan sudah mendapatkan kartu peserta diminta untuk login kembali.

Dilansir dari akun Instagram @sekresbmptn Selasa (5/3/2019), pendaftar UTBK yang belum membayar atau belum finalisasi tapi belum melakukan pembayaran diharuskan login kembali ke laman pendaftaran untuk mendapatkan slip pembayaran yang baru. 

Dikarenakan slip pembayaran yang lama dinyatakan tidak berlaku.

3. Usai Komentari Doa Neno Warisman, Ustaz Abdul Somad Ungkap Satu-satunya Doanya Seandainya Dikabulkan

Pendakwah Ustaz Abdul Somad memberikan komentar terkait doa seniman Neno Warisman saat dipanjatkan dalam Munajat 212.

Hal ini disampaikan Abdul Somad dalam acara Fakta tv One, Senin (4/3/2019).

Wawancara itu juga diunggah oleh channel YouTube Talkshow tvOne dengan judul 'Pandangan Ustaz Abdul Somad soal Puisi Neno Warisman'.

"Doa menurut bahasa adalah permohonan dari bawah ke atas, dari seorang hamba ke Allah, oleh sebab itu doa adalah senjatanya orang beriman," ujar Abdul Somad lalu membacakan ayat-ayat Al Quran.

 

Sementara soal niat jika ada yang ditunggangi oleh kepentingan lain, ustaz yang biasa dipanggil UAS ini mengatakan bahwa sebaiknya doa tak tercampur dengan kepentingan apapun.

"Manusia ini diperintahkan pada Allah ikhlas, tulus, murni tidak ada kepentingan di dalamnya, murni hanya minta pada Allah," kata UAS.

"Kalau mohon ampun, minta ampun, kalau minta tolong, minta tolong, sebagaimana beribadah tulus kepada Allah."

"Kalau ada bisikan dalam hati selalu mohon pada Allah, selamatkan aku agar doaku ini tidak bercampur dengan yang lain ya Allah, kita hanya berusaha."

"Allah memberikan pertolongan."

"Beribadah terbaik tidak tercampur apapun hanya untukmu ya Allah," kata Abdul Somad.

Lalu, terkait doa Neno Warisman yang mencuplik dari doa rasul saat perang Badar, UAS tidak menampik adanya kesalahan dari doa itu.

Dengan gaya khasnya yang tampak mengernyitkan dahi, UAS mengatakan bahwa doa Neno itu ada di dalam hadis yang sahih.

"Ada doa yang ada dalam Quran, ada dalam hadis ketika perang Badar."

"Seandainya Engkau tidak menolong pasukan ini ya Allah maka Engkau tidak akan disembah dalam muka bumi ini, hadisnya sahih," jawab Abdul Somad menirukan kembali isi doa yang hampir sama dengan munajat Neno Warisman.

"Kemudian saya baca, ya apa salahnya doa itu ada dalam hadis, maknanya baik itu juga baik," tambahnya.

Kemudian, Balques memberikan pertanyaan soal harapan UAS pada calon pemimpin negeri yakni kedua calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Satu terakhir, untuk calon pemimpin negeri ini ya, ustaz (tolong) berikan doa terbaik untuk para pemimpin," kata pewawancara Balques Manisang.

Abdul Somad menjawab, ia berharap diberikan pemimpin yang adil pada semua rakyatnya.

"Seandainya doamu cuman satu, hai Abdul Somad, doamu cuman satu saja, pasti itu kukabulkan, apa doanya?," kata Somad sembari menirukan permintaan untuk doanya.

"Berikan kami pemimpin yang adil, karena kalau cuman dapat istri sholehah cuma kau saja yang dapat, tapi kalau pemimpin yang adil, satu Indonesia mendapat keadilan dan dia rahmat kita semuanya, semoga Allah memberikan kita pemimpin yang adil," jawab Somad.

Lihat videonya:

Sementara itu, ulama yang juga seniman Neno Warisman sempat memberikan doa pada acara Munajat 212, Kamis (21/2/2019).

Dalam doa tersebut, ada panjatan doa yang menjadi kontroversial.

Dikutip dari Warta Kota, inilah kutipan doa yang dibacakan Neno Warisman sehingga menimbulkan kontroversi.

Kami meminta menangis hingga basah sekujur diri kepada-Mu
Seluruh harapan kami dambakan
Akan Kau tolong atau Engkau binasakan
Akan Kau menangkan atau Engkau lantakkan
Itu hak-Mu

Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka
Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami
Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Ya Allah
Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin
Oleh pemimpin terbaik
Dengan pasukan terbaik
Untuk negeri adil dan makmur terbaik
Takdirkanlah bagi kami

Reaksi UAS Saat Jamaahnya Teriak 'Presiden No 2'

Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memperingatkan jamaahnya untuk selalu menjaga silaturahmi.

Hal itu disampaikan UAS saat berceramah di Bagan Batu, Rokan Hilir Riau, 21 Februari 2019 lalu. 

UAS tak rela masyarakat tercabik-cabik hanya karena Pilpres, Pileg atau Pilkada.

"Ingat Pilpres, Pileg 2019 17 April. Abis 17 April selesai. Jangan gara-gara ini silaturahim kita putus," katanya.

 UAS kemudian mengingatkan jika hal yang utama tetaplah persatuan.

"masalah beda pilihan, masalah beda partai, persatuan nomor satu," kata UAS.

Dan tiba-tiba sejumlah jamaah berterian 'Capres nomor 2'.

Mendengar hal itu UAS langsung menghentikan ceramahnya sejenak.

"Aku tak cakap begitu," kata UAS.

UAS kemudian mengingatkan kehadiran Panwaslu dan Bawaslu.

"Pak panwaslu ingat baik-baik saya tidak cerita politik nih. jangan nanti saya pulang dari sini difitnah."

UAS kemudian menegaskan jika NKRI sejak merdeka sudah terbiasa dengan perbedaan-perbedaan pilihan ini.

"Kita sudah terbiasa dengan Pilpres, Pilkada, pileg. Itu bukan cuma 2019, maka jangan terlapua hanyut gara-gara ini," ucapnya.

Berikut videonya:

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

1

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved