Polres Tana Toraja Limpahkan Dua Tersangka Kasus Persetubuhan Anak ke JPU

Unit PPA Polres Tana Toraja melimpahkan dua tersangka pemerkosaan anak dibawah umur dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Polres Tana Toraja Limpahkan Dua Tersangka Kasus Persetubuhan Anak ke JPU
Humas Polres Tana Toraja
Tersangka persetubuhan anak di bawah umur dilimpahkan Unit PPA Satuan Reskrim Polres Tana Toraja ke JPU Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Kecamatan Makale, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Unit PPA Polres Tana Toraja melimpahkan dua tersangka pemerkosaan anak dibawah umur dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Kecamatan Makale, Selasa (5/3/2019).

Dipimpin Kanit PPA Satuan Reskrim Polres Tana Toraja, Bripka Yuhardi Matarru diterima JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja, Amanat Panggalo.

Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan mengatakan, komitmen Polres Tana Toraja terkait kasus persetubuhan anak dibawah umur akan dilanjutkan sesuai hukum berlaku dan tidak ada kompromi.

Baca: Undata Palu Catat 74 kasus DBD Dalam Dua Bulan, 3 Meninggal Dunia

Baca: Jadwal MotoGP 2019 Qatar Pekan Ini Live Trans 7, Berikut Analisis 4 Tim Siapa Peluang Juara?

Baca: Lima Bulan Berlalu, Atlet Porda Bantaeng Belum Terima Bonus

Dua tersangka dilimpahkan ke Kejari Tana Toraja yaitu berinisial MM (19) dan GP (19) berdasarkan laporan polisi yang masuk.

AKP Jon Paerunan mengatakan, kedua tersangka terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang, dengan ancaman 5 tahun dan hukuman maksimal 15 tahun.

Lanjut Jon mengatakan, dari sembilan kasus ditangani Unit PPA Satuan Reskrim, terdapat tujuh berkas sudah tahap II ke Kejari Tana Toraja.

"Tinggal merampungkan sisa dua laporan polisi untuk kasus persetubuhan anak dibawah umur yang masuk hingga bulan Februari 2019, setelah itu dilaksanakan P21 dan tahap II," tambah Bripka Yuhardi Matarru.

Dia berharap dengan penegakan hukum yang dijalani, kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara bisa di minimalisir.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

A

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved