Pilpres 2019
Catat! Ini 10 Janji Capres Jokowi jika Terpilih Lagi, dari Kurangi Kemiskinan hingga Internet Cepat
Joko Widodo menyampaikan Pidato Kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).
TRIBUN-TIMUR.COM-Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo menyampaikan Pidato Kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).
Jokowi membawakan pidatonya selama satu jam. Sepanjang pidato, Jokowi mengklaim sejumlah keberhasilan pemerintahannya.
Selain itu, ia juga membeberkan janji-janji politiknya jika terpilih kembali dalam Pemilihan Presiden 2019 pada 17 April 2019 mendatang.
Baca: Kronologi 3 Emak-emak Ditangkap Polisi Karena Video Viral Jika Jokowi Menang Tidak Ada Lagi Azan
Baca: Ini Saksi Pelapor Video 15 Camat di Makassar Diduga Dukung Capres Jokowi
Baca: Apa Kata Jusuf Kalla Tentang Puisi Neno Warisman? Singgung Anak Jokowi dan Sindir Soal Main Proyek
Jokowi juga menyinggung program-program baru yang akan diterapkannya.
Malam itu, Aula SICC dipenuhi relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka tidak henti-hentinya bertepuk tangan dan bersorak ketika Jokowi berbicara.
Berikut ini adalah klaim serta janji yang diucapkan Jokowi dalam pidato kebangsaannya:

1. Kemiskinan turun dan kartu sembako murah
Jokowi bersyukur karena untuk pertama kalinya kemiskinan di Indonesia kini telah turun hingga di bawah 10 persen.
Menurut dia, angka ini merupakan angka terendah dalam sejarah Indonesia.
"Alhamdulillah untuk pertama kalinya angka kemiskinan turun di bawah 10 persen. Hanya satu digit angka kemiskinan, yang terendah dalam sejarah Indonesia," kata Jokowi.
Angka kemiskinan akan terus diturunkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok yang terjangkau.
Jokowi mengatakan, semua ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Dia kemudian menyinggung Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jokowi menyebut nama Siti Jariyah, warga Bekasi yang menjadi contoh sukses PKH.
"Dulu Bu Siti dan suami kekurangan dalam membiayai hidup anak-anak. Tahun 2015, Siti mulai berjualan lontong sayur dibantu melalui PKH dan sekarang usahanya berkembang pesat.