Pemilu 2019

Tensi Politik Tinggi Jelang Pilpres, LMP Kota Makassar Gelar FGD dan Lomba Orasi

Hal tersebut diungkapkan Ketua LMP Kota Makassar Maulana Yusdianto, saat berkunjung ke kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, mis (14

Tensi Politik Tinggi Jelang Pilpres, LMP Kota Makassar Gelar FGD dan Lomba Orasi
Fahrizal/Tribun
Pengurus Laskar Merah Putih Kota Makassar saat berkunjung ke kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Laskar Merah Putih (LMP) Kota Makassar akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan lomba orasi, di Baruga Anging Mamiri Rujab Wali Kota Makassar, 20-21 Februari mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua LMP Kota Makassar Maulana Yusdianto, saat berkunjung ke kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (14/2/2019).

Maulana berkunjung didampingi pengurus LMP Kota Makassar antara lain, Ketua Harian Nurul Akbar, Sekretaris Chaerul Syahab, beberapa anggota, dan Gema LMP Makassar.

Baca: Pemerintah Kotawaringin Barat Belajar Pengelolaan Sampah di Makassar

Baca: Pria Ini Diancam Penjara 15.000 Tahun, 865 Lakukan Kejahatan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

Baca: PEOPLE: Hudli Huduri dengan Sepeda Lipat Ratusan Jutanya, Bakal Jajal Kuala Lumpur

Maulana mengatakan, menjelang pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019, tensi politik cukup tinggi, yang kerap berujung perpecahan di tengah masyarakat.

"Mendekati momen pilpres dan pileg, masyarakat terlalu ekstrim menyebar informasi di media sosial, hanya karena perbedan pilihan persahabatan bisa hancur dan muncul perselisihan," kata dia.

Untuk itu, LMP Kota Makassar menggelar diskusi, yang dirangkaikan dengan lomba orasi, untuk membahas fenomena ini.

"Kami sepakat membuat FGD tanggal 21 Februari di Baruga Anging Mamiri, tapi sebelumnya kita bikin item kegiatan lain berupa lomba orasi, dan penanaman pohon perdamaian di Pantai Losari," jelas Maulana.

Lanjut Maulana, untuk lomba orasi, peserta nantinya sebagian besar dari pelajar dan mahasiswa dengan tema yang diangkat yakni Damai dalam Perbedaan.

"Tidak boleh menyebut SARA dan berpihak. Jika ada yang seperti itu, langsung kami diskualifikasi. Tajuknya apapun pilihanmu, lagu kita tetap Indonesia Raya," tegasnya.

"Kita undang wali kota sebagai penanggung jawab panwaslu, KPU provinsi dan Kota Makassar, serta Kapolres dan Dandim Makassar," pungkasnya. (*)

laporan Wartawan Tribun Timur @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved