Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2019, Kalla Beton Gencar Pasarkan Bata Ringan dan Ready Mix

Sementara Syatir mengatakan, menganai kualitas dan mutu masing-masing produk sudah berstandar ISO sehingga masyarakat tidak perlu meragukannya lagi.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasrul
abdiwan/tribuntimur.com
Marketing Department Head Kalla Beton Syatir memberikan keterangan terkait rebranding Kalla Beton di cafe anomali jalan Ratulangi Makassar, Rabu (30/1). Secara resmi core business produksi dan trading bata ringan, ready mix, dan precast kini berada di bawah satu atap yakni Kalla Beton. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Kalla Beton menggelar Sharing Session dengan sejumlah awak media di Kafe Anomali, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (30/1/2019).

Hadir dalam acara ini COO Kalla Beton Syam'un Saebe, Marketing Dept Head Kalla Beton Syatir, Marketing Section Head Kalla Beton Najmi Hamzah dan jajarannya.

Baca: Bupati Gowa: Pencarian Korban Longsor Hingga Akhir Tanggap Darurat

Baca: Ketahuan Penyakit Diderita Ahmad Dhani, Selnya Terpaksa Digabung dengan Orang Tua

Kepada awak media, Syam'un Saebe mengatakan di tahun 2019 ini Kalla Beton gencar dalam produksi serta penjualan bata ringan, ready mix dan precast.

"Untuk produk kita seperti bata ringan produksinya tahun ini kita naikin 100 persen lebih yah, jika 2018 200 kubik, tahun ini targetnya 400-500 kubik per hari karena memang permintaannya banyak mulai dari wilayah Sulsel hingga Papua," katanya.

"Bata ringan ini pengganti bata merah dimana musim hujan susah didapat. Karena proses pengeringannya oleh sistem oven jadi tidak terpengaruh pada kondisi cuaca," lanjurnya.

Baca: 9 Pesepakbola Dunia ini Juga Menggemari WWE, dari Wayne Rooney Hingga John Terry!

Syam'un menuturkan, Bangunan di Makassar hampir semuanya menggunakan bata ringan karena tidak membebani struktur bangunan. Kualitasnya pun halus serta ukuran yang pas.

Sementara Ready mix khusus beton, saat ini telah memiliki beberapa pabrik. Di Makassar ada dua titik yakni Kima dan Tanjung Bunga.

"Untuk produksi di Makassar memang penjualannya di wilayah Makassar saja karena lewat dari empat jam akan kembali membeku. Namun sebagai Core bisnis pertama, produk ini masih menyumbang penjualan terbanyak yakni 60 persen, bata ringan 35 persen sisanya produk lainnya," jawabnya.

Baca: VIDEO: Rapat Listrik dengan PT Vale, Warga Dongi Ngamuk di DPRD Luwu Timur

"Untuk proyek besar produk ready mix kita tahun ini ada perluasan Bandara Sultan Hasanuddin, pembangunan dan Makassar New Port sementara sisanya lebih ke ritel-ritel," lanjutnya.

Sementara Syatir mengatakan, menganai kualitas dan mutu masing-masing produk sudah berstandar ISO sehingga masyarakat tidak perlu meragukannya lagi.

"Selain terus berinovasi meningkatkan mutu produk serta pelayanan kita juga gencar melakukan kerja sama dengan REI Sulsel serta beberapa pengembang besar," katanya.

Baca: Calon Senator Sulbar Serap Aspirasi Suku Bunggu dan Daa di Pedalaman Pasangkayu

"Mengenai target di tahun 2019, kali ini lebih rendah dibanding tahun 2018 dengan alasan karena yah ini kan tahun politik yah, sangat berpengaruh dan saya pikir ini tidak hanya berlaku di Kalla Beton tetapi juga bisnis-bisnis juga mengalami penurunan," lanjutnya.

Kalla Beton menargetkan omset di tahun 2019 naik 15 persen. Jika diakumulasikan dari omset Rp 240 di tahun 2018 naik 15 persen totalnya kisaran 276 milliar.

Sementara Capex di tahun 2018 senilai Rp 30 milliar naik 20 persen di 2019 dengam total Rp 36 milliar.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved