Calon Senator Sulbar Serap Aspirasi Suku Bunggu dan Da'a di Pedalaman Pasangkayu

Dusun Pinora, Desa Wulia, Kecamatan Bambalamotu, merupakan pedalaman Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Calon Senator Sulbar Serap Aspirasi Suku Bunggu dan Da'a di Pedalaman Pasangkayu
nurhadi/tribunsulbar.com
Calon Senator Muda Nero Leo Adriani bertemu dengan masyarakat Suku Bunggu dan Da'a di pedalaman Kabupaten Pasangkayu, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Sulawesi Barat, Nero Leo Adriani (28) menemui warga Dusun Pinora, Desa Wulia, Kecamatan Bambalamotu, Rabu (30/1/2019).

Dusun Pinora, Desa Wulia, Kecamatan Bambalamotu, merupakan pedalaman Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Daerah ini, dihuni oleh Suku Bunggu dan Suku Da’a.

Menuju dusun tersebut, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan darat dengan medan yang terjal dan melawati dua sungai besar.

Calon senator muda asal Kabupaten Pasangkayu itu, menyambangi masyarakat Pinora yang terletak sekitar 40 kilometer di bagian utara Kabupaten Pasangkayu, khusus untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Saya banyak mendengar aspirasi masyarakat Suku Bunggu, mereka meminta perhatian dari wakilnya di Senayan, khususnya akses jembatan yang menghubungkan satu kampung dengan lainnya,"kata Nero kepada TribunSulbar.com, Rabu (30/1/2019).

Alumni Strata Satu (S1) Hubungan Internasional The London School of Public Relation itu, juga menerima aspirasi masyarakat soal kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Masyarakat suku Bunggu dan Da,a juga menyampaikan kebutuhan mereka soal layanan kesehatan yang masih terbatas,"ujarnya.

Menurut Nero, gagasan-gagasan tentang keberadaan perwakilan daerah di parlemen seperti penyerapan aspirasi, merupakan kegiatan yang paling penting.

"Sehingga saya lebih banyak turun ke lapangan, untuk mendengar langsung, mengetahui dan menindaklanjuti aspirasi mereka,"ucap pria kelahiran Lariang Pasangkayu 1 November 1990 lalu itu.

Kata Nero, tidak boleh ada warga yang merasa kampung mereka dianaktirikan oleh perwakilan mereka, baik di daerah maupun di pusat.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved