4 Kg Sabu-sabu Diamankan di Mal! Sulsel Jadi Pasar Narkotika Nasional karena Permintaan Masih Tinggi

"Karena terkadang dengan unsur “menakuti” justru menimbulkan rasa penasaran pada beberapa remaja," paparnya.

4 Kg Sabu-sabu Diamankan di Mal! Sulsel Jadi Pasar Narkotika Nasional karena Permintaan Masih Tinggi
tribun timur/hasan basri
Koordinator Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat LPKNM-Home Based Care BALLATTA, Farid Satria 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan berhasil mengagalkan peredaran narkotika sebanyak 4 kilogram sabu-sabu, di Hotel Grand Mall, Kabupaten Maros, Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 20.00 Wita kemarin.

Pengungkapan ini membuktikan bahwa wilayah Sulawesi Selatan masih menjadi sasaran empuk bisnis narkotika, karena permintaan konsumsi narkoba masih sangat tinggi.

Koordinator Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat LPKNM-Home Based Care BALLATTA, mitra BNNP Sul-Sel, Farid Satria mengatakan tingginya permintaan, maka para sindikat narkoba akan menggelontorkan 1001 macam cara, modus untuk sampai di Sulsel.

Baca: Sosok Aldiena Cena, Tiara Permatasari, Baby Shu, Maulia Lestari, Riri Febianti, Fatya Ginanjasari

Baca: Kejati Sulselbar Siapkan Jaksa Khusus Hadapi Proses Pemilu 2019, Gunanya untuk Tangani Ini?

"Angka permintaan atau demand yang tinggi sehingga masih peredaran narkona di daerah ini. Selain itu Makassar dan daerah di Sulsel salah satu kota dengan “harga pasar gelap Narkotika” yang cukup bagus/tinggi angka," tuturnya.

Kata Satria pengguna narkoba di daerah ini masih marak karena belum seimbangnya antara tempat rehabilitasi dan jumlah pengguna. Lalu Masih minimnya Pendidikan dini yang baik,benar,komprehensife tanpa harus selalu dengan “Menakuti” remaja.

"Karena terkadang dengan unsur “menakuti” justru menimbulkan rasa penasaran pada beberapa remaja," paparnya.

Penyebab lain maraknya peredaran obat obat terlarang ini lantaran hukum saat ini masih dibeli, sehingga banyak para sindikat peredaran narkotika tidak takut untuk menyelundupkan narkoba ke daerah ini.

"Institusi Penerima Wajib Lapor tidak berjalan Maksimal," tuturnya.

Tekan Permintaan

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved