Begini Cara Prodi Sosiologi Unismuh Makassar Gelar Pembelajaran Kolaboratif Demi Usir Kebosanan?
Salah seorang mahasiswa peserta mata kuliah ini, Muh Wahyu mengatakan, bahwa baru pertama kali merasakan kuliah umum di hotel.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Arif Fuddin Usman
Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Progran Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kuliah umum menggunakan metode pembelajaran kolaboratif.
Kuliah kolaboratif ini melibatkan dosen FISIP Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar Dr Muhammad Yahya MSi serta dosen sosiologi Unismuh Makassar Dr Nurlina Subair MSi di Hotel D'Maleo, Makasaar, Jumat (4/1/2019).
Dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur.com, Jumat (4/1/2019), kuliah umum kolaboratif ini mengangkat tema "Global Warming Akibat Aktivitas Manusia" dan dibuka langsung oleh dosen pengampuh mata kuliah Nurlina Subair.
Baca: Deretan 3 Kenakalan Brigpol Dewi Berbuntut Dirinya Dipecat, Semoga Kembali di Jalan yang Benar
Baca: Kasus Video Porno Brigpol Dewi Selama 11 Menit, Dibongkar Tim Cyber dari Akun FB! Begini Ceritanya?
Salah seorang mahasiswa peserta mata kuliah ini, Muh Wahyu mengatakan, bahwa baru pertama kali merasakan kuliah umum di hotel.
"Kuliah umum di hotel merupakan hal baru, namun perkuliahan seperti ini dapat mengusir kebosanan mahasiswa dalam belajar dan menemukan inovasi belajar yang baru," ungkap Wahyu.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan pemahaman tentang isu-isu mengenai global warming dan menemukan penyebab serta solusinya.

Mahasiswa Sosiologi Unismuh lainnya, Susi Susanti, mengatakan, dengan sistem perkuliahan kolaboratif itu, ia mendapatkan ilmu pengetahuan baru mengenai global warming atau pemanasan global.
Nurlina Subair pada kesempatan itu mengatakan masalah terbesar yang dihadapi penduduk dunia saat ini adalah pemanasan global atau yang biasa dikenal dengan istilah global warming.
Dampak Pemanasan Global
“Pemanasan global sendiri adalah meningkatnya suhu rata-rata dalam atmosfer dikarenakan penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan karbon dioksida,” tegas doktor Sosiologi lulusan PPs UNM ini
“Global warming akibat aktivitas manusia mempengaruhi kesehatan lingkungan di bumi,” jelas Nurlina.
Baca: Gol Reva Adi Utama ke Gawang Mitra Kukar Jadi Gol Terfavorit Liga 1 2018, Kalahkan Gol Ini?
Baca: Ini 5 Fakta Sang Maestro PSM Makassar Wiljan Pluim, Rayakan Ulang Tahun Ke-30
Muhammad Yahya menjelaskan dampak ditimbulkan pemanasan global, yakni mencairnya es di kutub, sehingga naiknya permukaan air laut.
“Daratan semakin banyak yang tenggelam, menipisnya lapisan ozon, pergantian musim yang tidak teratur, produksi pertanian juga menurun, serta masih banyak lagi,” lanjut Yahya.
Selain itu, lanjut Dekan FISIP Unsa Makassar ini, banyak bencana yang terjadi dikarenakan ekosistem lingkungan yang tidak seimbang akibat tidak dirawat dengan baik. (*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: