Kelompok Tawuran Antarkampung di Toraja Utara Sepakat Berdamai

Tawuran yang terjadi akibat permasalahan pada malam tahun baru 2019, Senin (31/12/2018).

Kelompok Tawuran Antarkampung di Toraja Utara Sepakat Berdamai
Humas Polres Tana Toraja
Kelompok tawuran salaman setelah dilakukan mediasi oleh Polres Tana Toraja di Gereja Jemaat Panga, Kabupaten Toraja Utara, Rabu (2/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Polsek Sanggalangi melakukan mediasi permasalahan tawuran antara warga Dusun Tondon Panga, Lembang (Desa) Tondon, Kecamatan Tondon dengan warga Dusun Batan, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Rabu (2/1/2019).

Tawuran yang terjadi akibat permasalahan pada malam tahun baru 2019, Senin (31/12/2018).

Polsek Tondon Nanggala dipimpin Kapolsek Iptu Alwi melakukan mediasi bersama Polsek Sanggalangi.

Baca: BMKG Prediksi Toraja Siang Hari Ini Hujan

Baca: Hasil & Klasemen Sementara Liga Inggris Pekan ke-21, Liverpool Kalah, City Geser Tottenham, Chelsea?

Baca: Daftar Partai Politik di Kabupaten Wajo yang Nihil Sumbangan Dana Kampanye

"Setelah mendapat laporan warga, pada malam tahun baru itu ada tawuran antara warga Tondon dan Batan di Kelurahan Batan," ujar Iptu Alwi, Jumat (4/1/2019).

Lanjut Alwi, setelah berada di lokasi TKP, masyarakat dari Tondon masih berkumpul dijalan ke Batan yang sudah melakukan penyerangan dari rumah salah satu warga.

"Untungnya warga dirumah tersebut melarikan diri semua pada saat warga Tondon datang sehingga tidak terjadi konflik," tuturnya.

Dikatakan, saat berada di lokasi langsung mengimbau kepada warga supaya membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

"Kami melakukan penyelidikan akar permasalahan kejadian, agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar," jelas Kapolsek Tondon Nanggala.

Kemudian, hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa akar permasalahan yaitu kesalahpahaman atau ketersinggungan sehingga hasil koordinasi dengan Bapak Pdt Adi Supriadi memfasilitasi mediasi terhadap kedua warga tersebut di Gereja Jemaat Panga.

"Setelah mediasi, dihasilkan kesepakatan bahwa kedua pihak sepakat berdamai dan permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan, keduanya saling memaafkan dan dibuatkan surat pernyataan di Polsek Sanggalangi yang ditandatangani seluruh peserta yang hadir," tutup Alwi.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Risnawati M
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved