Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Korban Tsunami Selat Sunda Terus Bertambah, Bandingkan Kenangan Pilu Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Bencana tsunami pada Sabtu (22/12/2018) mengingatkan kenangan pilu bencana gempa dan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 atau 14 tahun silam.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
14 Tahun Tsunami Aceh 

TRIBUN-TIMUR.COM - Korban tsunami Selat Sunda di pesisir Pandeglang dan Serang, Provinsi Banten, serta Lampung Selatan, Lampung, terus bertambah.

Data sementara yang dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang, pada bencana Tsunami Banten dan Tsunami Lampung.

Kerusakan material meliputi 556 rumah rusak, 9 hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak.

Bencana tsunami pada Sabtu (22/12/2018) mengingatkan kenangan pilu bencana gempa dan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 atau 14 tahun silam.

Tsunami Banten dan Tsunami Lampung hanya lima hari berselang sebelum Tsunami Aceh diperingati.

Aceh menjadi provinsi terdampak paling besar dari gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 di Indonesia disusul Sumatera Utara (Sumut).

Dikutip dari wikipedia, korban tewas di Indonesia sebanyak 130.736 orang dan diperkirakan mencapai 167.799 orang.

Baca: Merinding! Sehari Sebelum Tsunami Banten, SMS Berantai Bencana Akhir Tahun Beredar & Ditanggapi BMKG

Baca: VIDEO Detik-detik Konser Seventeen Band Diterjang Tsunami Banten, Bassist Tewas, Gitaris-Drum Hilang

Baca: Pendaftaran PPPK Januari 2019, Ini Perbedaan PNS dengan P3K dari Status, Gaji, Fasilitas, Masa Kerja

Baca: Bongkar Mafia Bola, Kapolri Tunjuk 2 Jenderal yang Tangani Kasus Kopi Sianida & Bom Sarinah

Baca: Kok Tak Biasa? Jokowi & JK Bareng di Makassar, Erick Thohir Duluan, Dosen Ini Ungkap ‘Keanehan’

Baca: Disebut Godfather Mafia Sepak Bola Indonesia, Andi Darussalam Siap Buka-bukaan Pengaturan Skor

Baca: Memalukan! Video Caleg Cantik Ditangkap Bawa Sabu Beredar, Polisi Ungkap Profesi Haram Rika Verawati

Sebanyak 37.063 dinyatakan hilang dan 500.00 ribu rumah rusak bahkan rata dengan tanah.

Gempa bumi Samudra Hindia 2004 terjadi pukul 08:58:53 tanggal 26 Desember. Episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatera, Indonesia.

Guncangan gempa tersebut berskala 9,1–9,3 dalam skala kekuatan Moment dan IX (Violent) dalam skala intensitas Mercalli.

Gempa bumi megathrust bawah laut terjadi ketika Lempeng Hindia didorong ke bawah oleh Lempeng Burma dan memicu serangkaian tsunami mematikan di sepanjang pesisir daratan yang berbatasan dengan Samudra Hindia.

Gelombang tsunami yang tingginya mencapai 30 meter (100 ft) menewaskan 230.000–280.000 jiwa di 14 negara dan menenggelamkan sejumlah permukiman pesisir.

Gempa dan tsunami ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah. Indonesia adalah negara yang dampaknya paling parah selain Sri Lanka, India, dan Thailand.

Ini adalah gempa bumi terbesar ketiga yang pernah tercatat di seismograf dan durasi patahan terpanjang sepanjang sejarah (antara 8,3 dan 10 menit).

Gempa ini menyebabkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter (0,4 inches) dan memicu aktivitas gempa di berbagai wilayah termasuk Alaska.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved