Danny dan 13 Bupati Terpilih Narasumber Diseminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

Dalam paparannya, Danny Pomanto menjelaskan bahwa hingga hari ini Ia membawa Kota Makassar semakin maju karena komitmen untuk mencegah korupsi

Danny dan 13 Bupati Terpilih Narasumber Diseminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi
Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto didaulat sebagai narasumber pada kegiatan Desiminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, di Ballroom Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto didaulat sebagai narasumber pada kegiatan Desiminasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, di Ballroom Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (20/12/2018)

Acara yang dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, juga dihadiri oleh UNDP Indonesia Deputy Country Director Sophie Kemkhadze, Dirjen Otoda Kemendagri Soni Sumarsono.

Dalam paparannya, Danny Pomanto menjelaskan bahwa hingga hari ini Ia membawa Kota Makassar semakin maju karena komitmen untuk mencegah terjadinya korupsi di jajaran pemerintahannya.

Baca: Prof Andalan Berencana Hadirkan Kereta Listrik di Sulsel

Baca: Pelaku Ngotot Dibayar Dulu Baru Main, Terungkap Pekerjaan Pria Pembunuh Sisca Icun Sulastri

Baca: Di Palopo, Eks Kepala Dinas Tata Ruang Makassar Perkenalkan Diri Sebagai Caleg DPR RI

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Danny sendiri mengaku telah melakukan kerja sama dengan beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS) pada lima sektor yakni sektor kesehatan berupa pedampingan dan asistensi dari transparansi International Indonesia ( TII) dan ACC Sulawesi untuk memperbaiki sistem pelayanan publik dan sistem pengendalian internal di RSUD Daya.

Lalu, pada sektor pendidikan berupa kerja sama dengan masyarakat pendidikan untuk menghilangkan pungli di sekolah, khususnya SD dan SMP.

"Demikian pula di area pengadaan barang dan jasa, kami melakukan pendampingan dan asistensi pembentukan Lembaga Pemantau Independen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kota Makassar, pemberian bantuan teknis tata cara pemantauan pengadaan barang dan jasa berbasis resiko dari Indonesia Corruption Watch (ICW)," ucapnya dalam rilis.

Lannut Danny, di sektor perizinan sendiri berupa kerja sama dengan ACC Sulawesi untuk meningkatkan transparansi pemberian perizinan di Pemerintah Kota Makassar.

Sementara, Kabag Humas Kota Makassar Moh Roem, menjelaskan bahwa wali kota dan bupati yang tampil sebagai narasumber merupakan pilihan dari mereka yang berkomitmen kuat terhadap pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing.

"13 wali kota dan bupati dipilih melalui tahapan evaluasi sebagai kepala daerah yang berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Selain itu juga dipilih kota yang telah dilakukan pengukuran indeks persepsi lokal oleh Transparency International Indonesia. Dimana kegiatan ini bertujuan menyampaikan Stranas PK dan Aksi Pencegahan Korupsi 2019-2020 kepada para pemangku kepentingan kunci di daerah-daerah terpilih,'' jelasnya.

Selain Danny, juga ada Wali Kota Semarang, Wali Kota Banjarmasin, Wali Kota Bogor dan Wali Kota Jakarta Utara yang menjadi narasumber.

Tak hanya itu, tampil pula Dirjen Otonomi Daerah/Inspektur Jenderal, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ada juga Transparency International Indonesia (TII), Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi (Setnas PK), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan dihadiri 150 orang peserta dari berbagai daerah terpilih di Indonesia. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved