Dekan Fakultas Farmasi Unhas Imbau Masyarakat Waspada Peredaran Obat Herbal Ilegal

Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini merilis 48 merek obat herbal yang diduga ilegal.

Dekan Fakultas Farmasi Unhas Imbau Masyarakat Waspada Peredaran Obat Herbal Ilegal
tribun timur
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si, Apt 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si., Apt mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran obat herbal ilegal.

Hal tersebut disampaikan Gemini Alam, menanggapi maraknya peredaran obat herbal ilegal.

Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini merilis 48 merek obat herbal yang diduga ilegal.

"Masyarakat harus waspada, apalagi BPOM sudah menemukan sejumlah obat herbal ilegal. Masyarakat juga harus belajar, dan tidak asal mengonsumsi obat-obatan" kata Gemini Alam, kepada tribuntimur.com, Minggu (16/12/2018) malam.

Lanjut dia, masyarakat harus memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk mengakses informasi terkait jenis obat-obatan yang dapat dikonsumsi.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulsel tersebut menambahkan, beragam penyakit dapat ditimbulkan jika masyarakat mengonsumsi obat herbal ilegal.

"Mengonsumsi obat herbal ilegal dapat menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal. Ini yang perlu diwaspadai masyarakat kita, karena bisa saja penyakit lainnya juga muncul jika terus mengonsumsi obat herbal ilegal," ujarnya.

Gemini Alam juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap maraknya peredaran obat herbal di masyarakat.

Menurutnya, harus ada pembinaan terhadap pelaku usaha obat herbal secara terus menerus.

"BPOM juga perlu meningkatkan fungsi pengawasan, guna menekan peredaran obat herbal ilegal tersebut," tutupnya.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved