Hari Anti Korupsi Internasional, Ini Kata Anggota Forum Peduli Toraja

Hari Anti Korupsi Internasional diperingati hari ini, Minggu (9/12/2018).

Hari Anti Korupsi Internasional, Ini Kata Anggota Forum Peduli Toraja
risnawati/tribuntoraja.com
Calon Legislatif DPRD Toraja Utara Partai Golkar, Yulius Dakka, juga aktivis Forum Peduli Toraja. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Hari Anti Korupsi Internasional diperingati hari ini, Minggu (9/12/2018).

Salah satu Anggota Forum Peduli Toraja, Yulius Dakka mengatakan, memperingati Hari Anti Korupsi oleh semua kalangan sangat penting untuk lebih mengingatkan akan bahaya korupsi.

Baca: Foto-foto Rumah Luna Maya dan Cut Tari, Bandingkan dengan Rumah Ariel NOAH

Baca: Mirip Surabaya dan Jepang, Soppeng Bakal Tanam 100 Pohon Tabebuya

"Akan lebih bagus diperingati, kita lihat setiap tahun korupsi bukannya berkurang, dan terjadi pada level tingkatan pemerintahan eksekutif maupun legislatif yang rawan terjadi," ucap Yulius yang juga seorang aktivis Toraja.

Dikatakannya, dengan adanya informasi OTT, lembaga yudikatif malah terlibat korupsi maka dengan itu mereka terlihat seolah tidak ada lagi filter menangani korupsi.

Yulius mengatakan, masyarakat perlu tahu dan menyadari bahaya korupsi itu sangat besar terhadap kemajuan generasi dan kemajuan suatu daerah.

"Apa yang sudah dilakukan para koruptor dalam kasus korupsi adalah merampas hak masyarakat, di Toraja Utara ada 3.500 penduduk diambil haknya oleh sekelompok orang yang melakukan korupsi," ungkapnya.

Kata Yulius, penanganan kasus korupsi di Toraja Utara tahun sebelumnya yang tertangkap hanya orang-orang yang ketahuan saja, tapi penegak hukum tidak mengambil tindakan mencari akarnya sehingga otak dari korupsi tidak diketahui.

"Pemerintah memang harus memasukkan korupsi sebagai salah satu perilaku darurat, terbentuknya KPK mulai ada penanganan, namun sayang kita lihat hanya pada kasus penanganan besar saja," tutur Yulius, juga Caleg DPRD Toraja Utara dari Partai Golkar.

Menurutnya, banyak kasus korupsi yang tidak diselidiki di daerah-daerah oleh KPK, sehingga penanganan korupsi yang dilakukan penegak hukum sangat tidak adil jika otak korupsi pada instansi tidak ditangkap hanya sebagian saja.

"Jadi semangat pemberantasan korupsi itu belum semua dimiliki oleh kalangan, terutama pada level yudikatif, saya sebut itu karena saya lihat yang terjadi saat ini," ucapnya.

Baca: Sudah 3 Hari Listrik di Kaseralau Pinrang Alami Gangguan

Baca: 30 Dos Miras Jenis Star Bendi Diamankan Satlantas Polres Jeneponto

"Paling rawan terjadi pada legislatif dan eksekutif, dalam pembentukan RAPBD pasti tidak mulus ada tawar menawar, maka hari anti korupsi perlu digaungkan untuk memerangi kejahatan," tegas Yulius.

Hari Anti Korupsi, Yulius berharap kepada penegak hukum dan pimpinan lembaga mengelola keuangan yaitu cukup berperilaku wajar dan tidak mengambil yang bukan haknya, dan jangan hidup pada kemewahan karena kebiasaan tersebut muncul pelanggaran yang menyebabkan korupsi. (*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved