Kunjungi RSUD Sulbar, Begini Sekprov Muhammad Idris DP

Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP menilai banyak persoalan di Rumah Sakit Regional Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar yang dibenahi.

Kunjungi RSUD Sulbar, Begini Sekprov Muhammad Idris DP
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP meninjau pelayanan di RSUD Sulbar. (Nurhadi/TribunTimur) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU -Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris DP menilai banyak persoalan di Rumah Sakit Regional Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar, yang dibenahi.

Hal itu disampaikan Muhammad Idris DP yang kunjungan kerja ke RSUD Sulbar, di Jl. Mathadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, Selasa (4/12/2018). Meski begitu, Idris masih memaklumi hal itu, sebab RSUD Sulbar masih baru dan masih dalam tahap pembenahan.

Baca: Syahrini Bicara Kisah Cinta Jika Sudah Ijab Kabul Depan Penghulu, Calonnya Reino Barack?

Baca: Hasil dan Klasemen Liga Inggris - Kalahkan Watford, Manchester City Makin Mantap di Puncak

Baca: CPNS 2018 - UPDATE 113 Link Resmi Pengumuman SKD, Ini Syarat Ikut SKB & Komposisi Soal

"Saya lihat masalah itu tidak terlalu sulit untuk diatasi. Seperti obat, obat ini kan soal pembayaran aja, kita akan carikan nanti jalan keluarnya. Bagaimana rumah sakit ini seharusnya bisa beroperasi dengan maksimum, bisa menerima segala jenis pasien,"kata Idris kepada sejumlah wartawan.

Mantan kepala LAN itu mengungkapkan, fokusnya saat ini adalah konsen terhadap aset-aset yang ada di RS Regional. Sebab menurutnya, aset yang ada saat ini tidak terdata dengan baik. Sehingga, kata dia, akan meminta aset-aset yang ada di RS Regional untuk diaudit.

"Saya ingin mencari tahu nanti aset mana saja yang dimiliki RSUD dan di mana berada. Kalau kita lakukan pembenahan, pasti saya akan minta kawan-kawan yang menangani aset harus berbenah, namun tetapi yang lebih penting adalah kawan-kawan yang menggunakan aset yang seharusnya ada di RS, saya minta untuk segera dikembalikan,"kata dia.

"Kalau harus terpaksa, saya akan turun tangan. Karena itu bukan peruntukannya untuk individu, tetapi itu untuk layanan publik,"tambahnya.

Idris juga menyorot keluhan masyarakat terkait pelayanan ambulance di rumah sakit tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan hal yang sangat menyedihkan dan merugikan pasien. 

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

i
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved