Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

5 Fakta Habib Bahar Bin Smith, Pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang Diduga Sebut Jokowi Banci

Pelaporan tersebut terkait ucapan Habib Bahar Bin Smith yang diduga menghina Presiden Jokowi saat ceramahnya yang viral di media sosial.

Editor: Ilham Arsyam
facebook/Habib Bahar Bin Smith
Habib Bahar Bin Smith 

5 Fakta Habib Bahar Bin Smith, Pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang Dipolisikan Kubu Jokowi

TRIBUN-TIMUR.COM - Habib Bahar Bin Smith dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya karena menyebut Jokowi banci di dalam ceramahnya,Rabu (28/11/2018).

Pelaporan tersebut terkait ucapannya yang diduga menghina Presiden Jokowi saat ceramahnya yang viral di media sosial.

Namun, berbeda dengan Kuasa Hukum Jokowi-KH Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra yang memberikan saran agar kasus itu diselesaikan ke arah persuasif. 

Dari sosok Habib Bahar bin Smith, terungkap 4 fakta terkait penceramah asal Manado itu.

1. Awal Kehidupan

Bahar bin Smith atau yang lebih dikenal dengan nama Habib Bahar lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Juli 1985. Habib Bahar merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.

Baca: Jawaban Tengku Zulkarnain Saat Disebut Radikal Tengah oleh Ketua P3M Agus Muhammad di ILC TVOne

Habib Bahar berasal dari keluarga Arab Hadhrami (sekelompok penduduk nomaden yang berasal dari Hadhramaut, Yaman) golongan Alawiyyin (kelompok yang mempunyai keterkaitan darah dengan Nabi Muhammad).

Pada tahun 2009, Habib Bahar menikahi Fadlun Faisal Balghoits. Dalam pernikahan tersebut, Habib Bahar dikaruniai empat anak.

2. Pendiri Majelis Pembela Rasulullah

Habib Bahar bin Smith merupakan pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak 2007.

Habib Bahar memiliki kantor yang berpusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan dan memiliki pengikut mencapai ratusan orang.

Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar kerap melakukan aksi razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan di Jakarta.

Aksinya yang paling menonjol adalah ketika Habib Bahar menggerakkan sekitar 150 orang jemaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadan pada 2012 untuk merazia Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

3. Organ Sayap PDI-P Kritik Ceramah Habib Bahar

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved