GoJek dan Grab Dapat Peringatan Keras dari Menteri Perhubungan RI Gara-gara Driver Ojol Demo

Menteri Perhubungan RI meminta Grab Indonesia dan GoJek memperbaiki sistemnya sehingga tidak merugikan mitranya

GoJek dan Grab Dapat Peringatan Keras dari Menteri Perhubungan RI Gara-gara Driver Ojol Demo
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Driver Ojol aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Manajemen Grab Indonesia dan GoJek dapat peringatan keras dari Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyusul demonstrasi Driver Ojol beberapa waktu lalu.

Menteri Perhubungan RI meminta Grab Indonesia dan GoJek memperbaiki sistemnya sehingga tidak merugikan mitranya.

Jika tidak, sanksi akan diterima Grab Indonesia dan GoJek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperingatkan Go-Jek dan Grab Indonesia untuk segera menyelesaikan persoalan seperti yang dituntut oleh para pengemudinya yang tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online ( Aliando) dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Jika masalah ini tidak cepat dituntaskan, lanjut Budi, maka Kemenhub akan mengambil alih untuk mengkaji lebih jauh kisruh ini.

Ilustrasi Driver Ojol demo
Ilustrasi Driver Ojol demo (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Jika terbukti melanggar, maka Kementerian tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada manajemen Grab Indonsia dan GoJek. Termasuk sanksi pencabutan larangan beroperasi.

"Suatu waktu kalau sudah berlebihan akan kami beri sanksi. Ada (mekanisme) sesuai dengan ketentuannya," tuturnya di Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018) dilansir Kompas.com.

Budi menjelaskan, selama ini pihaknya telah menerima sekaligus menampung aspirasi para driver dari kedua penyedia operator jasa transportasi itu.

Bahkan setelah itu baru disampaikan dan diteruskan ke manajemennya.

"Kami sebenarnya sudah mengantisipasi sejak awal. Artinya kami menginventarisasi pendapat-pendapat semua orang, termasuk penumpang dan pengemudi (driver). Kami tanyain semuanya," kata Budi.

Halaman
12
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved