Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Geporak, Gerakan Politik Kaum Buruh Pertama di Makassar di Luar Partai

Mereka bersatu mendukung caleg karena sadar selama ini hanya teriak-teriak di jalan, chaos, dan bentrok hingga dicap onar oleh masyarakat.

TRIBUNWIKI: Geporak, Gerakan Politik Kaum Buruh Pertama di Makassar di Luar Partai
dok.tribun
PERJUANGAN BURUH - Juru Bicara Gerakan Politik Rakyat Pekerja (Geporak) Arsony SH mendampingi Ketua Serika Pekerja Nasional (SPN) sekaligus Koordinator Geporak Salim Samsur membacakan pernyataan sikap di Redaksi Tribun Timur, Makassar, Kamis (8/11/2018) sore. Hadir juga Ketua FPBN Muhammad Hatta, Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho K-SBSI Askin, dan KP-GRD. 

Laporan wartawan Tribun Timur/Ari Maryadi & Ikbal Nurkarim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pimpinan empat federasi buruh plus aktivis mahasiswa memulai perjuangan model baru di Makassar. Empat pimpinan federasi plus ini sepakat mendeklarasikan Gerakan Politik Rakyat Pekerja (Geporak), Kamis (8/11/2018).

Mereka adalah Ketua Serika Pekerja Nasional (SPN) sekaligus Koordinator Geporak Salim Samsur, Ketua Federasi Perjuangan Buruh Nasional (FPBN) Muhammad Hatta, Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho K-SBSI Askin, dan Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD).

“Geporak ini wadah perjuangan model baru kaum pekerja. Empat federasi sepakan membentuk blok politik. Aliansi federasi untuk bersatu menyatukan dukungan politik. Kami sadar kebijakan lahir melalui kebijakan politik, maka perjuangan kami juga harus lewat politik,” jelas Koordinator Geporak, Salim Samnur, di Redaksi Tribun Timur, Makassar, Kamis (8/11) sore.

Dia menegaskan, gerakan buruh sudah harus mulai berbicara untuk bertarung di ranah politik elektoral. Dan mereka sepakat mengusung satu nama dalam Pemilu Legislatif Makassar. Dia adalah Arsony, aktivis buruh yang menjadi Caleg PDIP di Biringkanaya dan Tamalarea, Makassar.

“Karena ketika kita banyak kawan di dalam, akan lebih mudah kita intervensi. Selama ini kami hanya teriak-teriak di jalan, chaos, hingga bentrok, hingga kami dicap onar oleh masyarakat. Karena kawan kami saat ini hanya satu orang, maka kami putuskan untuk bertarung bersama kawan Arsony,” kata Salim.

Arsony mengaku sudah 19 tahun memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh melaluk serikat pekerja.

“Kesejahteraan buruh harus diutamakan karena mereka di jantung produksi dan pelaku ekonomi. Selama 19 tahun ini, kami berjuang di serikat. Saatnya kami melebarkan perjuangan. Bertahun-tahun jadi buruh belum bisa punya rumah, masih ngontrak. Dibuat RSS juga bukan untuk buruh, jadi kami putuskan untuk juga berjuang secara elektoral,” jelas Arsony.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved