Gubernur Sulsel Targetkan Rel Kereta Api Dibangun Hingga Manado

Proyek nasional Rel Kereta Api (RKA) di Sulawesi Selatan (Sulsel), tak hanya dibangun dari Makassar ke Parepare.

Gubernur Sulsel Targetkan Rel Kereta Api Dibangun Hingga Manado
Akbar
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) saat melakukan uji coba Rel Kereta Api (RKA) di Pekkae Barru, Jumat (26/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU -  Proyek nasional Rel Kereta Api (RKA) di Sulawesi Selatan (Sulsel), tak hanya dibangun dari Makassar ke Parepare.

Tapi, jalur RKA akan dibangun hingga ke Manado dan ditarget akan dikerjakan di tahun 2021.

Pernyataan ini diungkapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), saat meninjau sekaligus uji coba RKA di Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Jumat (26/10/2018).

Baca: Uji Coba RKA di Barru, Gubernur Sulsel: Cukup Bagus dan Asyik

Baca: Mendadak, Gubernur Sulsel Bakal Tinjau Proyek RKA di Barru

Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong  dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

"Kita berharap, 2021 kita sudah bisa nikmati (RKA) Makassar ke Parepare. Syukur-syukur kalau ada investor, sampai Manado. Bayangkan kalau Makassar - Manado kita bisa tempuh hanya (dalam waktu) dua atau tiga jam, luar biasa," kata NA usai peninjauan RKA.

Dalam pernyataannya, NA juga membandingkan soal transportasi di Indonesia dengan Jepang dan China.

Menurutnya, dari segi transportasi di Jepang dan China, Indonesia sangat jauh tertinggal.

Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong  dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur, Senin (13/11/2017). Progres pembangunan Rel Kereta Api (RKA) di Barru secepatnya akan diselesaikan sepanjang 47 tujuh kilometer dari Pekkae menuju pelabuhan Garongkong dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Dua Triliun Rupiah .TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

"Sebenarnya kita ini sudah jauh tertinggal dari sisi tranportasi. Kita ke Jepang, kita ingin rapat dengan jarak 600 kilo itu hanya ditempuh dua jam, begitupun di China. Jadi kalau kita ini bisa tempuh 200 kilo per jam, sudah luar biasa," ungkapnya.

Jadi dengan pembangunan tranportasi RKA itu menurut NA, akan memudahkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas pekerjaan.

Olehnya itu, mantan bupati Bantange dua periode itu mengharapkan seluruh masyarakat berpartisipasi, agar percepatan pembangunan transportasi di Indonesia, khususnya di Sulsel dapat berjalan cepat.

Halaman
12
Penulis: Akbar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved