Wagub Sulsel Teken Lagi Surat Revisi soal "Syirik", Ini 8 Perbedaan dan Isinya

Ini perbedaan bentuk dan isi surat "Larangan Perilaku Syirik" dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Wagub Sulsel Teken Lagi Surat Revisi soal
ist
Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM melakukan silaturrahim dengan Wakil Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (25/9/18). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Setelah viral di media sosial, Surat berkop Gubernur Sulsel No 120/6759/Wagub yang diteken Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman akhirnya diubah.

Revisi surat yang diteken 8 Oktober 2018 itu, beredar di sejumlah pegawai pada kantor dinas dan badan di lingkup pemprov Sulsel,

Surat yang lama sudah diganti dengan tatanan yang lebih formil dan seperti surat kebanyakan dari instansi pemerintahan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov Sulsel Asmanto Baso Lewa, akhir pekan lalu, mengakui ada kesalahan konsep dan tata persuratan dalam edaran yang beredar Senin (8/10/2018) itu.

Meski sudah diteken Wagub dan distempel "Gubernur Sulsel" surat itu dinilai belum kelar dan masih "draft".

Kepala Kesbangpol menyebut konsep surat itu dibuat staf baru di ruangan wagub.

"Mungkin staf baru yang belum mengerti tata laksana pemerintahan. Padahal surat itu imbauan agar ditindaklanjuti di Kesbangpol. Itu surat masih konsep." Kata Asmanto.

Baca: Viral di Medsos, Pemprov Akui Ada Kesalahan di Surat Larangan Syirik Wagub Sulsel

Jumat (12/10/2018) lalu, salinan "surat imbauan" dengan penampakan baru kembali beredar. 

Surat yang awalnya ditujukan untuk "Seluruh Pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan" itu akhirnya berubah.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel pun sudah mengapresiasi surat itu.

Baca: MUI Sulsel Syukur Wagub Keluarkan Imbauan Jauhi Syirik

Halaman
123
Penulis: Saldy
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help