Advetorial

Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu

Lima hari selang keberangkatannya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kapal Kemanusiaan berlabuh di Palu.

Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu - act_20181014_104831.jpg
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu - act_20181014_104852.jpg
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu - kapal-kemanusiaan_20181014_104757.jpg
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu - kapal-kemanusiaan_20181014_104703.jpg
Bawa Ribuan Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan Berlabuh di Palu

TRIBUN-TIMUR.COM - Lima hari selang keberangkatannya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kapal Kemanusiaan berlabuh di Palu.

Kapal menambatkan jangkarnya di Pelabuhan Pantoloan, Sabtu (13/10/2018)), KM Melinda 01 yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan ini membawa 1.000 ton bantuan pangan dan logistik untuk masyarakat Sulawesi Tengah.

Kapal Kemanusiaan ini membawa 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf - ACT di Blora, Jawa Tengah.

Sedangkan sisanya memuat bahan logistik lain seperti air mineral, sembako, pakaian baru, makanan bayi, selimut, tenda, obat-obatan, dan lain-lain.

Selain pangan dan logistik, kapal turut mengangkut satu mobil ambulans ACT, yang sebelumnya melayani pengungsi di Lombok.

Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan, kedatangan Kapal Kemanusiaan merupakan bagian dari rangkaian pengiriman logistik dari berbagai wilayah di Indonesia untuk pengungsi di Sulawesi Tengah.

Kapal Kemanusiaan pertama untuk Sulawesi Tengah ini mengangkut ribuan ton bantuan dari Jawa, di antaranya dari Blora, Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Semarang, Solo, Malang, dan Surabaya.

“Jadi tidak hanya dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan, bantuan juga datang dari berbagai daerah di Jawa melalui Kapal Kemanusiaan. Logistik ini akan memenuhi keperluan pengungsi di Palu dan sekitarnya,” jelas Syuhelmaidi, Sabtu (13/10).

Pengiriman pangan dan logistik melalui Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala terlaksana atas kerja sama ACT dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Nantinya, bantuan dari kapal akan masuk gudang yang berada di kompleks Pelabuhan Pantoloan.

Halaman
12
Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved