Fraksi Nasdem Sulsel Tanggapi Edaran Pemprov Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik

Surat imbauan itu, ditujukan kepada seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel dan 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Fraksi Nasdem Sulsel Tanggapi Edaran Pemprov Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik
Abd Azis/tribuntimur.com
Direktorat Komunikasi Politik TKW Sulsel Jokowi-Maruf, M Rajab 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Fraksi Partai Nasdem Sulsel menanggapi surat imbauan yang diterbitkan Pemprov Sulsel, terkait larangan acara budaya berbau syirik.

Surat imbauan itu, ditujukan kepada seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel dan 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulsel, M Rajab mengatakan, semestinya pemprov tidak membuat surat edaran yang menghubungkan antara kejadian bencana dan perilaku manusia dalam budaya dan keadaban.

Walaupun, katanya dalam titik tertentu itu bisa dihubungkan, hanya saja bersifat spekulatif-subjektif.

"Inikan ranah agama. Dan itu sangat spekulatif subjektif. Konten suratnya juga hal yang seharusnya tidak diurus oleh Pemerintah Provinsi," kata Rajab, Jumat (12/10/2018).

Kata Rajab, sebaiknya Pemprov Sulsel mengaitkan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi dari sisi sains. Bukan pendekatan yang bersifat subjektif spekulatif.

"Ditambah lagi, perkara bentuk budaya yang berbau kesyirikan, ini hal yang sangat debatable. Apakah kita mau mengatakan 'Maccera Tasi' dalam ritus budaya orang Luwu itu, budaya yang berbau kesyirikan? Lalu, siapa yang punya otoritas untuk mensyirikkan suatu kebudayaan?," lanjut juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini.

"Saya minta kepada Pemprov Sulsel, agar lebih bisa melihat skala prioritas yang harus disikapi. Sebaiknya, pemrov bicara soal kemiskinan, pengangguran, honorer K2, dan pendidikan di daerah terpencil," pungkas eks Ketua KPU Luwu Utara ini. (*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help