Berantas Narkoba di Sulsel, BNN dan Pemprov Sulsel Kolaborasi

Menurutnya untuk pencegahan narkoba, dibutuhkan penguatan dalam masyarakat, sosialisasi yang massif, hingga pembentukan

Berantas Narkoba di Sulsel, BNN dan Pemprov Sulsel Kolaborasi
darul/tribuntimur.com
BNN Sulsel memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018, di Balai BNN Baddoka, Makassar, Kamis (12/7/2018). 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sulsel menemui Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Kunjungan ini, untuk koordinasi dalam pemberantasan korupsi di Sulawesi Selatan.

"Kunjungan ini dalam memaksimalkan pencegahan narkoba. Begitupun dengan fasilitas yang dimiliki BNN, yang masih sangat minim untuk menangani korban penyalahgunaan narkoba," kata Kepala BNN Sulsel, Idris Kadir, Kamis (11/10).

Menurutnya untuk pencegahan narkoba, dibutuhkan penguatan dalam masyarakat, sosialisasi yang massif, hingga pembentukan relawan. Sinergitas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga sangat dibutuhkan.

"Jumlah korban penyalahgunaan narkoba cukup banyak, sementara fasilitas yang kita miliki sangat minim. Di Baddoka, daya tampungnya terbatas, dan klinik yang ada di Kawasan Maccini Sombala of Indonesia sangat kecil," kata Idris, saat bertemu Gubernur Sulsel, Kamis (11/10).

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia berharap Gubernur Sulsel bisa membantu dalam mengaktifkan pelayanan di puskesmas dan sejumlah rumah sakit milik pemerintah provinsi.

"Gedung yang ditempati BNN di Maccini Sombala juga kurang strategis. Kami meminta dukungan dalam bentuk fasilitas dan tempat yang layak," katanya.

Menanggapi permintaan Kepala BNN Sulsel Idris Kadir, Gubernur Sulsel langsung memerintahkan Penjabat Sekretaris Provinsi, Ashari Fakhsirie Radjamilo, untuk menindaklanjuti.

"Insya Allah, Pemprov akan menyiapkan fasilitas dan tempat yang layak untuk BNN," ujar Nurdin.

Menurut Prof Nurdin, dalam pencegahan narkoba, dibutuhkan peran serta semua elemen masyarakat. Pemberantasan narkoba melalui penindakan, hanya memberikan efek jera sementara, tapi tidak menyelsaikan masalah secara keseluruhan.

"Kita harus pikirkan bagaimana caranya agar masyarakat, khususnya generasi muda kita diberikan kegiatan-kegiatan positif agar mereka jauh dari narkoba," kata Prof Nurdin.

Penulis: Saldy
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help