Gempa dan Tsunami Palu Donggala

VIDEO: 7 Pesan Habib Sagaf Al Jufri: Gempa Palu Bukan Hukuman Melainkan Cobaan

Al mukarram Habib Salim Al Djufri, dan orangtuanya sudah menetap di Kota Palu sejak tahun 1951. Kakeknya mendirikan Al Khairat sejak 1945.

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU – Pimpinan Pusat Al Khairat Sulawesi Tengah, Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri (81 tahun), menyampaikan pesan keteduhan moral kepada warga Sulawesi Tengah, sepekan pasca-bencana gempa magnitudo 7,4, tidal pasca-gempa (tsunami) dan likuefaksi (bergeraknya daratan), yang menimpa lima wilayah kabupaten/kota di Teluk Palu, Jumat (28/9/2018) pekan lalu.

Pesan video berdurasi 2 menit; 31 detik ini viral sejak Sabtu (6/10/2018) ini.

Baca: Laznas Yatim Mandiri Maros Kirim Satu Truk Bantuan dan Relawan ke Palu

Salah satu pesan utama dari ulama yang seangkatan dan satu kuliah dengan KH Quraish Shihab di Al Azhar, Mesir ini, mengemukakan, bencana yang menimpa Palu dan sekitarnya bukanlah hukuman melainkan cobaan bagi warga Sulteng, dan peringatan bagi warga Indonesia.

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri mengirim bantuan logistik dan relawan  ke lokasi bencana gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018).
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri mengirim bantuan logistik dan relawan ke lokasi bencana gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018). (ansar/tribun-timur.com)

Jurnalis senior asal Palu, M Noor Korompot, kepada Tribun, Minggu (7/10/2018) menyebutkan, video itu direkam pengurus organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di Sulteng itu, di kediaman cucu ulama dan Pahlawan Nasional asal Palu, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (1892 M – 1969 M) itu di kediaman sekaligus pusat dakwah Al Khairat, Jl SIS Al Jufri, Siranindi, Palu Barat.

“Beliau masih sehat. Kompleks dakwah Al Khairat tidak terlalu merasakan dampak gempa. Kompleks itu jauh dari Pantai Talise dan Petobo,” kata Noor Korompot kepada Tribun, di Bandara SIS Al Djufri, Palu, Minggu (7/10/2018) sore.

Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri lahir 17 Agustus 1937 di Pekalongan.Habib yang ulang tahunnya bersamaan dengan hari kemerdekaan NKRI ini adalah anak sulung pasangan Habib Muhammad bin Idrus Al-Jufri dan Hababah Raquan binti Thalib Al-Jufri.

Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri-1
Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri-1 (dok_facebook/tribun-timur)

Al mukarram Habib Salim Al Djufri, dan orangtuanya sudah menetap di Kota Palu sejak tahun 1951. Kakeknya mendirikan Al Khairat sejak 1945.

Selain berdakwah dia dan keluarganya adalah pedagang kain yang keliling di Donggala, Poso, Parigi, Toli-Toli, hingga ke Luwuk Banggai.

Berikut ini tujuh pesan ulama kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, yang dirangkum Tribun.

  1. Kepada Seluruh Masyarakat Kota Palu dan sekitarnya, kami harapkan untuk tenang. Apa yang telah menimpa kita ini merupakan ujian dari Allah SWT.
  2. Sekarang, Insyallah (Palu dan sekitarnya) sudah aman. Segalanya mulai kembali seperti sedia kala.
  3. Kita tidak perlu merasa takut. Apalagi dikatakan, oleh orang-orang luar, untuk meninggalkan kota Palu. Mulai sekarang ini, Insyallah Kota Palu akan aman untuk selamanya.
  4. Oleh karena itu, kita hanya perlu berdoa kepada Allah. Solat pada waktunya, Kita perlu bersyukur kepada Allah, kita masih bisa hidup sampai saat ini.
  5. Kepada keluarga Kita yang sudah meninggal dunia, Mari kita doakan agar mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT. Mereka (para korban) sesungguhnya para Syuhadah fi duniyaa wal Akhirat. Mereka sesungguhnya sudah berbahagiah. Mereka Sudah pulang ke Rahmatullah.
  6. Oleh karena itu, kita jangan larut dalam kedukaan. Kita harus tabah, dan sabar. Dan Insyallah, masa depan akan lebih baik untuk kita semua. Mari kita selalu mengucapkan Alhamdulillah.
  7. Tentang jenazah yang telah ditemukan, itu kita kumpulkan, dibersihkan, disalati, lalu dimakamkan layaknya seorang Muslim. Disalatkan dimana saja, di masjid-masjid. Ada informasi yang sampai kepada saya, ada jenazah yang dibakar. Itu jangan dilakukan. Itu tak dibenarkan oleh agama. Kita kuburkan mereka dengan baik. Kita salatkan mereka. salat ghaib. Insyallah ada manfaatnya untuk mereka.
Satgas penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami, Palu, Sulawesi Tengah dari Batalyon Arhanud 16/SBC yang tergabung dalam SSY 3 Brigif Para Raider 3/TBS Kostrad, mendatangi tempat pengungsian korban bencana yang berada di Lapangan Bosa, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sabtu (6/10/2018)
Satgas penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami, Palu, Sulawesi Tengah dari Batalyon Arhanud 16/SBC yang tergabung dalam SSY 3 Brigif Para Raider 3/TBS Kostrad, mendatangi tempat pengungsian korban bencana yang berada di Lapangan Bosa, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sabtu (6/10/2018) (HANDOVER)

Data yang dihimpun Tribun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 6 Oktober 2018, Jumlah korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah mencapai 1.649 orang. Ini adalah jumlah yang diriliskemarin, alias H+8.

Sebanyak 1.649 korban meninggal itu rinciannya di Donggala 159 orang, Palu 1.413 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, Pasang Kayu, Sulawesi Barat 1 orang.

Sementara korban luka berat mencapai 2.549 orang yang saat ini dirawat di rumah sakit. Sedangkan korban hilang 265 orang. Korban tertimbun ada 152 orang.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved