Dispora Selayar Canangkan Program Pemberdayaan Model 2 Bambu di Bontosikuyu

Ia menambahkan bahwa model dua bambu cukup adalah sebuah model pemberdayaan yang memberikan akses dan ruang bagi pemuda

Dispora Selayar Canangkan Program Pemberdayaan Model 2 Bambu di Bontosikuyu
nurwahidah/tribunselayar.com
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Selayar canangkan Program Strategi Pemberdayaan Pemuda Melalui Model Dua Bambu guna menunjang Destinasi wisata di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. 

 
 Laporan Wartawan  TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Dinas Kepemudaan dan Olahraga Selayar canangkan Program Strategi Pemberdayaan Pemuda Melalui Model Dua Bambu guna menunjang Destinasi wisata di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Program ini adalah bagian dari skenario pemberdayaan dan pemanfaatan serta pendayagunaan potensi sumber daya lokal yang tersedia, baik itu sumber daya alam, manusia maupun nilai-nilai lokal yang terdapat dalam masyarakat, khususnya pemberdayaan pemuda desa," kata Kadispora Selayar, Ahmad Ansar, kepada Tribunselayar.com, Rabu (19/9/2018).

Ia menambahkan bahwa model dua bambu cukup adalah sebuah model pemberdayaan yang memberikan akses dan ruang bagi pemuda, untuk mengeksplorasi potensi, kearifan lokal yang bersentuhan dengan aspek kepariwisataan di desanya.

Menurutnya teknisnya, Pemuda menyiapkan instrument berupa dua Bambu dan dibagikan kepada masing-masing rumah tangga, untuk digantung dirumah, sekali menanak nasi sejumput beras dimasukkan kebambu, sementara bambu yang satu setiap harinya diisi koin 500 atau 1000 rupiah/harinya, dan bambu tersebut per tiga minggu kemudian dijemput dan dikumpulkan.

" Bambu yang berisi koin dan beras tersebut nantinya diperuntukkan bagi keluarga miskin serta untuk mendukung kegiatan pesta adat di desa yang setiap tahunnya dilaksanakan, " ungkapnya.

Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh pemuda dalam mengembangkan potensi dan sumber yang dimiliki, untuk lebih produktif, serta diharapkan pemuda mampu membangun kekuatan internal desa sebagai sebuah entitas kewilayahan.

Penulis: Nurwahidah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help