Program Layanan Pemda Bantaeng Bakal Diadopsi Pemprov Sulsel

Yang baik dan berhasil tersebut diantaranya adalah soal kesehatan, di Banteng terdapat ambulans mobile (bergerak)

Program Layanan Pemda Bantaeng Bakal Diadopsi Pemprov Sulsel
saldy/tribuntimur.com
Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah yang juga merupakan mantan Bupati Bantaeng mengatakan akan mengadopsi perogram yang berhasil di Kabupaten Bantaeng untuk diaplikasikan lebih luas ke tingkat provinsi, dimana dirinya sekarang mengabdikan diri.

"Yang baik kita adopsi, yang kita anggap gagal jangan dipindahin, masa kegagalan dibanggakan, yang baik kita pindahin. Tapi adakah yang gagal di Bantaeng, saya rasa tidak," kata Nurdin Abdullah, Jumat (14/9).

Yang baik dan berhasil tersebut diantaranya adalah soal kesehatan, di Banteng terdapat ambulans mobile (bergerak) dan kendaraan pemadam kebakaran yang canggih.

"Seperti soal kesehatan, seperti di Makassar, ini terbakar gedung, harusnya pakai pemadam kebakaran yang tinggi, ini tidak ada," sebutnya.

Sebagai langkah awal untuk itu, saat ini Ia sudah menyiapkan kendaraan tersebut di Rumah Jabatan. Namun, untuk tenaga pengoperasian belum siap, sehingga akan dilatih, dimana nantinya damkar tersebut dapat memback-up daerah terdekat.

Di Rujab terdapat dua kendaraan damkar dengan tangga 50 meter dan 70 meter. Kendaraan ini sebelum berasal dari Kabupaten Bantaeng pemberian hibah dari jepang.

Nurdin akan mengadopsi Program “Call Center 119” yang merupakan layanan telepon pada kasus-kasus kegawatdaruratan di Kabupaten Bantaeng untuk diterapkan di tingkat provinsi.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan ada tambahan 45 ambulans dan damkar yang merupakan hibah Pemerintah Jepang yang tiba di Sulsel.

"Tadinya saya mau bagi-bagi ke beberapa kota di Indonesia, makanya saya mau bicara kemendagri kalau bisa kita fokus dulu di sini kita lengkapi," pungkasnya. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved