Prof Andalan Resmi Pimpin Sulsel, Ini Permintaan Walhi Sulsel

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel pun menyelamati keduanya atas pelantikan di Jakarta.

Prof Andalan Resmi Pimpin Sulsel, Ini Permintaan Walhi Sulsel
dok.tribun
Direktur Walhi Sulsel Muh Al-Amin 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nurdin Abdulah bersama Andi Sudirman Sulaiman telah resmi jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Rabu (5/9/2018).

Keduanya resmi memimpin Sulsel, saat mengikuti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden RI Joko Widodo (Jojowi) di Istana Negara, DKI Jakarta.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel pun menyelamati keduanya atas pelantikan di Jakarta.

Direktur Walhi Sulsel Muh Al-Amin mengatakan, dengan dilantiknya Nurdin Abdulah dan Andi Sudirman masyarakat tengah menaruh harapan ke keduanya.

Baca: Karangan Bunga Padati Rujab Gubernur Sulsel

"Kini, masyarakat Sulsel tengah menaruh harapan kepada pasangan Prof Andalan untuk melakukan perubahan besar serta perbaikan di segala sektor," kata Amin.

Sehingga Walhi mengharap, Gubernur Nurdin Abdulah dan Andi Sudirman tidak mengecewakan ekspektasi masyaraka tanpa mementingkan golongan tertentu.

Kemudian, bagi Walhi Sulsel meminta agar Prof Andalan perlu beri perhatian khusus pada pengelolaan SDA, dan juga lingkungan hidup. Karena sektor ini yang paling sering menimbulkan konflik.

Kata Amin, pada pertemuan daerah lingkungan hidup yang ke-8, seluruh komponen Walhi Sulsel menyimpulkan, kerusakan lingkungan hidup di Sulsel sangat tidak mengalami penurunan.

"Bahkan mulai menyebar dan merusak bentang alam dan kawasan ekosistem esensial yang selama ini menopang kehidupan masyarakat," ungkap Amin.

Baca: Bak Bodyguard Nurdin Abdullah, Pejabat Ini Super Sibuk di Jakarta

Lanjut Amin, akibatnya sumber Agraria dan wilayah kelola rakyat terancam hilang. Dan kalau ini tidak diatasi, maka penghidupan masyarakat terkhusus perempuan dan anak akan merosot.

Tentunya Walhi berharal, Prof Nurdin Abdulah sebagai nahkoda baru Sulsel agar mau melahirkan kebijakan yang extraordinary.

Kebijakan pengelelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan yang mengutamakan wilayah kelola rakyat.

"Harapan terakhir kami yang tidak kalah penting adalah penegakan hukum dan pemulihan lingkungan. Dua hal ini yang lemah di pemerintahan sebelumnya," jelas alumnus kampus Merah, Unhas.

Terakhir, Walhi berharap agar proyek tidak ramah lingkungan di Sulsel segera dihentikan dan tidak dilanjutkan, serta kegiatan ilegal mining yang banyak di sejumlah daerah di Sulsel juga ditindak tegas. (dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved